Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

40 Pelajar Terjaring Razia Kasih Sayang di Kabanjahe

- Rabu, 08 Maret 2017 17:10 WIB
849 view
40 Pelajar Terjaring Razia Kasih Sayang di Kabanjahe
SIB/Dok
DIBINA: Pelajar yang terjaring razia dibina secara pisik oleh petugas Satpol PP.
Tanah Karo (SIB) -Sebanyak 40 pelajar SMP, SMA/SMK Kabanjahe di antaranya 3 wanita, terjaring razia operasi kasih sayang Satpol Pamong Praja Kabupaten Karo dari sejumlah warnet dan tempat lainnya di Kota Kabanjahe, Selasa (7/3).

Para pelajar yang terjaring operasi kasih sayang tersebut berasal dari SMA GBKP 23 orang, SMA Imanuel 10 orang, SMK Negeri Kacaribu 6 orang (3 orang di antaranya wanita), SMA Barusjahe 1 orang dan SMP Negeri 2 Kabanjahe 1 orang.

Plt Kasatpol PP Drs Perlindungen Karo-Karo didampingi Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan  Musa Ginting SH dan Kasi Ops Pribadi Sebayang SH yang juga ketua tim kepada wartawan mengatakan, 4 pelajar yang terjaring razia diamankan ketika bermain judi di belakang sebuah kedai kopi jalan Katepul.
Barang bukti berupa kartu domino, uang Rp 36.000 selanjutnya diamankan petugas.

Ke-40 pelajar tersebut selanjutnya diboyong ke kantor Satpol PP Jalan Letjen Jamin Ginting S di Kabanjahe untuk dilakukan pendataan, pembinaan dan tes urin untuk mengetahui apakah pelajar yang terkena razia ada yang mengonsumsi narkoba atau tidak.

Terancam Dikeluarkan
Bupati Karo Terkelin Brahmana dan wakil Bupati Cory S Sebayang didampingi Plt Kasatpol PP Drs Perlindungen Karo-Karo, Camat Kabanjahe, Gelora Fajar Purba SH yang langsung menemui para pelajar yang terjaring razia di kantor Satpol PP sangat menyayangkan kelakuan para pelajar yang bolos pada jam belajar.
Terkelin Brahmana tampak geram, karena sekitar sebulan lalu tepatnya (8/2) lalu sejumlah 41 pelajar SMP dan SMA/SMK dari kota Berastagi juga terjaring razia.

"Catat semua nama-nama mereka, buatkan pernyataannya untuk tidak mengulangi perbuatannya, kalau mereka mengulangi perbuatannya keluarkan saja dari sekolah.  Kepala sekolahnya pun bisa dipecat kalau tidak bisa membina dan mendidik anak didiknya," tegas Terkelin.

Terkelin juga memerintahkan Satpol PP untuk mengundang BNNK Kabupaten Karo guna mengetes urin para pelajar. Juga memanggil pihak dinas pendidikan dan pihak sekolah.

Namun rencana pemeriksaan urin oleh BNNK Karo batal dilaksanakan karena pihak BNNK yang diundang tidak hadir karena sedang rapat. Demikian juga pihak Dinas Pendidikan tidak ada yang datang karena sedang rapat. Sedangkan pihak sekolah tempat siswa menuntut ilmu hanya hadir beberapa orang saja.

Ketika petugas Satpol PP melakukan pembinaan kepada para siswa, dengan menanyakan apa bunyi beberapa sila pada Pancasila, sebagian besar pelajar salah mengucapkannya. Demikian juga dari 7 siswa yang dipanggil ke depan untuk mengucapkan urutan Pancasila hanya 3 orang yang bisa menghafalkannya. Bagi yang tidak dapat menjawab dan menghafalkannya dihukum dengan push up. Bahkan ketika ditanyakan janji siswa tidak ada satupun yang bisa mengucapkannya.

Ketika petugas Satpol PP menyuruh siswa menyanyikan lagu "Ayah" sejumlah siswa tampak meneteskan air mata, terutama dua pelajar wanita seakan-akan menyesali perbuatannya yang bolos sekolah. "Sudah-sudah jangan diteruskan lagunya nanti kitapun ikut menangis semua," ujar Plt Kasatpol PP Perlindungen Karo-Karo yang juga ikut bersedih mendengarkan lagu tersebut.

Usai dilakukan pembinaan, para pelajar diperkenankan pulang dan dikembalikan kepada pihak sekolah yang datang menjemput setelah menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Kasatpol PP Karo Drs Perlindungen Karo-Karo  mengatakan operasi kasih sayang tersebut akan terus berlanjut dilakukan dalam rangka  pembinaan disiplin pelajar yang bolos dari sekolah pada jam belajar. Dengan  tujuan mencegah dan mengantisipasi terjadinya kenakalan remaja, terutama kenakalan anak sekolah  pada jam belajar di luar lingkungan sekolah. (B01/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru