Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Jalan ke Bukit Makmur Mardingding Rusak Parah

- Rabu, 08 Maret 2017 17:13 WIB
252 view
Jalan ke Bukit Makmur Mardingding Rusak Parah
SIB/Theopilus Sinulaki
RUSAK: Kondisi jalan ke Desa Bukit Makmur Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo rusak, sulit dilalui karena batu perkerasan jalan sudah porak-poranda.
Tanah Karo (SIB) -Kondisi jalan ke desa Bukit Makmur Kecamatan Mardingding Karo sangat memprihatinkan, jalan mengitari perbukitan yang terjal tersebut hancur sehingga sulit dilalui kendaraan.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Bukit Makmur Batu Tarigan kepada SIB di Mardingding, Selasa (7/3) pagi. Menurutnya pembangunan jalan ke Bukit Makmur sejak dulu hanya sebatas pengerasan. Sejauh ini dari Simpang Mardingding sudah dilakukan pengaspalan sepanjang 1 Km, tetapi sudah hancur. Sementara dari anggaran Dana Desa 2016, sudah diupayakan pengaspalan sepanjang 1 Km. Akan tetapi menurut kepala desa, perbaikan jalan ke desa Bukit Makmur harus menjadi perhatian pemerintah. Sebab kalau hanya mengandalkan Dana Desa untuk memperbaiki jalan sepanjang 4 Km tidak akan terlaksana dengan cepat.

Dari pantauan SIB, ruas jalan sulit untuk dilalui kendaraan roda dua dan empat kecuali kendaraan gerdang dua. Hal ini akibat kondisi batu yang disusun saat pengerasan beberapa tahun yang lalu semuanya sudah porak poranda, sehingga dengan posisi kemiringan badan jalan yang mengitari perbukitan harus dilakukan dengan kendaraan khusus. Belum lagi pada saat musim penghujan, air dari  pegunungan mengalir di bahu jalan membuat badan jalan licin.

Menurut Netapken Ginting (45) didampingi Dedi Sembiring (30) dan Kepala Desa Bukit Makmur kepada SIB, Senin (6/3) di Mardingding mengatakan sudah bertahun-tahun masyarakat Bukit Makmur yang berpenduduk 200 KK mengharapkan perhatian Bupati Karo untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut. Di sisi lain kata mereka, dari Bukit Makmur tingkat III yang hanya berjarak 3 Km dengan perbatasan Desa Lau Tawar Aceh Tenggara juga kondisi jalannya rusak. Melihat situasi tersebut, warga Lau Tawar yang biasanya membawa hasil pertanian mereka ke Pekan Mardingding, akhirnya sudah beralih ke Lawe Desky.

Desa Bukit Makmur salah satu kawasan penghasil kemiri, coklat dan jagung, disamping tanaman lainnya yang sudah dikembangkan saat ini seperti karet dan sawit. Namun akibat prasarana jalan yang buruk membuat biaya transportasi sangat tinggi. Untuk sewa barang perkilogramnya harus ditanggung sebesar Rp 350/Kg hingga ke Desa Mardingding atau sama halnya dengan harga biaya angkut barang per kilogram dari Mardingding ke Medan. (B02/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru