Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Target PAD Tak Tercapai, Pemkab Labuhanbatu Tidak Perpanjang 16 Kontrak dari 31 Pemungut Pajak

- Rabu, 08 Maret 2017 17:16 WIB
243 view
Rantauprapat (SIB) -Sebanyak 16 dari 31 tenaga kontrak pemungut pajak Galian C pada Badan Pendapatan Daerah Pemkab Labuhanbatu, harus berhenti. Pasalnya, kontrak mereka tidak diperpanjang. Pemkab menilai mereka tidak melaksanakan pekerjaannya sesuai tugas pokok dan fungsinya.

"Tidak diperpanjangnya kontrak 16 petugas pemungut pajak itu berkaitan dengan anjloknya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak Galian C," kata Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Labuhanbatu, Tomy Harahap, Senin (6/3).

Dia menjelaskan, target penerimaan pajak dari Galian C tahun 2015 sebesar Rp1,5 miliar, namun yang tercapai kurang lebih Rp1,1 M. Yang paling anjlok penerimaan pajak  tahun 2016 hanya tercapai sekitar Rp275 jutaan dari target Rp1,5 M atau hanya sekitar 18 persen.

"Inilah salah satu indikator mengapa 16 petugas kontrak pemungut pajak itu tidak diperpanjang kontraknya. Jadi, bukan dicopot. Kalau dicopot pengertiannya dia masih bertugas, inikan sudah habis masa kontraknya," terang Tomy.

Selain hasil evaluasi tersebut, dirinya juga mendapat laporan sekaligus mengecek kinerja petugas pemungut pajak yang tidak berada di lokasi saat jam kerja, serta telah pernahnya dilakukan kesepakatan dan pakta integritas.

Katanya, sebelum tidak dilanjutkannya kontrak 16 petugas pemungut pajak di palang itu, terhadap mereka dilakukan pembinaan.

"Kita sudah buat tim di Januari 2017, di sana diketahui mereka tidak di tempat dan adanya laporan bahwa dana kutipan pajak tidak disetorkan kepada koordinator.
Maka kita ambillah tindakan itu," paparnya.

Ia menambahkan, setelah 16 tenaga kontrak itu tidak dilanjutkan kontraknya, Pemkab kembali merekrut 16 tenaga kontrak baru pengganti mereka.

"Jadi, tidak ada penambahan petugas kontrak. Namun ke depan jika kembali ditemukan adanya petugas tenaga kontrak yang tidak bekerja sesuai aturan, dan bahkan jika berani tidak menyetorkan kutipan pajak, tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan hal yang sama. Apalagi jika hasil evaluasi nanti ada yang terkesan arogan di lapangan, ya kemungkinan kita gantikan dengan petugas lainnya," sebutnya. (D13/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru