Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026
Menyongsong International Toba Kayak Marathon 2017

Kemenpar Sosialisasikan Pengembangan Wisata Olahraga dan Rekreasi Danau Toba

- Kamis, 09 Maret 2017 20:26 WIB
199 view
Kemenpar Sosialisasikan Pengembangan Wisata Olahraga dan Rekreasi Danau Toba
SIB/Antoni Marpaung
FOTO BERSAMA: Asdep Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar, Dananjaya Axioma (tengah), foto bersama dengan Bupati Tobasa Darwin Siagian, Kepala Komunitas Paddler Sumatra Carles Panjaitan, Kadisbudpar Tobasa Ultri Simangunsong, Ketua PHRI
Tobasa (SIB) -Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata menyosialisasikan fasilitasi pengembangan wisata olahraga dan rekreasi Danau Toba, di Hotel Marsaringar, Kecamatan Balige, Rabu-Kamis (8-9/3), sekaitan dengan pra event Internasional Toba Kayak Marathon 2017.

Hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Bupati Tobasa, Darwin Siagian, Plh Asdep Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, A Dananjaya Axioma, Kabid Pengembangan Wisata Konvensi Olahraga dan Rekreasi, Rinto Simbolon, Kadisbupar Tobasa, Ultri Simangunsong, Ketua PHRI yang juga anggota DPRD Tobasa, Winner Sinambela, Kepala Komunitas Paddler Sumatera, Carles Simson Panjaitan, serta beberapa lembaga dan organisasi kepariwisataan, olah raga dan kreasi lainnya.

Kadisbudpar Tobasa mengutarakan sosialisasi ini dalam rangkaian pengembangan wisata Danau Toba dan menyongsong  International Toba Kayak Marathon 2017 yang akan digelar 24-30 Juli 2017 mendatang. Dikatakannya, sosialisasi kedua akan kembali dilaksanakan April tahun ini. "Saat ini masyarakat Eropa, selain menggemari sepak bola dan sepeda, juga menggemari kayak di urutan ketiga," kata Ultri.

Selain Eropah menurutnya, Malaysia dan Singapura juga menggemari kayak, bahkan universitas-universitas di kedua negara ini menjadikan kayak bagian kokurikuler. Ditambahkannya, Institut DEL juga sudah bersedia menyediakan tempat untuk penyimpanan dan perawatan kayak, dan kokulikuler bagi mahasiswanya. Perlombaan kayak (perahu yang didayung sejumlah orang) juga didukung Kemenpar dan BODT serta mitra kerja lainnya. "Kayak International yang akan digelar 24 Juli ini, salah satu yang diusulkan oleh Bupati ke Kemenpar sebagai kalender event international di Tobasa," kata Ultri.

Kepala Komunitas Paddler Sumatera, Carles Simson Panjaitan, usai sosialisasi mengatakan Danau Toba memiliki potensi yang luar biasa. Dari pengalamannya, penggemar kayak luar negeri penasaran ingin bermain kayak di Danau Toba yang berada di atas gunung berapi yang masih aktif.

Carles, mengharapkan sosialisasi ini  bisa mempersiapkan tim resceu, pemandu yang telah dilatih dan kemampuan guide khusus, sehingga ketika wisatawan menggunakan kayak merasakan kenikmatan dan kenyamanan. Diharapkannya agar Kemenpar bisa menyediakan 20 unit kayak untuk Tobasa.

Carles mengaku memiliki jaringan pemain kayak di seluruh dunia sebanyak 1000 orang. Dan diprediksi dalam dua tahun ke depan kayak bisa berhasil di kawasan Danau Toba. "Kita berharap kayak menjadi ikon Danau Toba, seperti sepeda di Danau Singkarak," ujar Carles.       
    
Sementara itu, Dananjaya Axioma mengatakan pengembangan wisata Danau Toba menjadi perhatian serius Kemenpar. Terkait dukungan pengadaan kayak bagi kabupaten/kota di kawasan Danau Toba, secara khusus Kabupaten Tobasa jelang event kayak international Juli mendatang, Dananjaya mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Kementerian Olahraga untuk pengadaan kayak tersebut. (BR6/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru