Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026
Terkait Revitalisasi Pasar Rp50 Miliar

Agusman Purba Minta Dinas Terkait Membangun dengan Perencanaan Matang

- Kamis, 09 Maret 2017 20:29 WIB
106 view
Agusman Purba Minta Dinas Terkait Membangun dengan Perencanaan Matang
Agusman Purba SH
Tebingtinggi (SIB) -Agusman Purba SH pemerhati Kota Tebingtinggi meminta Pemko dalam melakukan revitalisasi harus mempertimbangkannya dengan matang dan jangan hanya bisa membangun gedung bertingkat, tapi jadi 'rumah hantu' karena sepi penghuni. Hal itu menanggapi revitalisasi dan pembagunan pasar kecamatan dan pasar induk yang dananya bersumber dari DAK APBN 2017 senilai Rp50 miliar.

"Kita bangga dan senang jika Pemko Tebingtinggi berhasil dan sukses membawa anggaran APBN ke Tebingtinggi, kita juga tahu untuk mendapatkannya penuh kerja keras karena semua daerah se-Indonesia menginginkan hal yang sama. Namun permintaan kita agar uang rakyat itu tidak sia-sia awali lah dengan perencanaan yang matang," ujar Agusman saat berbincang dengan SIB, Selasa (7/3).

Menurutnya, apa yang disampaikan Kepala Bappeda Tebingtinggi Gul Bahri Siregar, revitalisasi dan pembangunan pasar adalah untuk menciptakan pasar modern karena Tebingtinggi adalah  kota buffer (penyangga) pertumbuhan ekonomi untuk Kawasan Strategi Nasional (KSN) Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, sangat masuk akal dan memang itu lah tugas Bappeda sebagai lembaga teknis daerah di bidang penelitian dan perencanaan pembangunan daerah.

"Di Tebingtinggi siapa yang tidak kenal dengan Pasar Gambir, fisiknya megah, namun yang jadi pertanyaan kiosnya lebih banyak yang kosong dari pada yang berisi. Soalnya di lantai dua semua kosong, kan mubajir," jelas Agusman.

Begitu juga dengan Pasar Toserba di Jalan Thamrin, kalau melihat dari bagunan fisik, gedungnya begitu megah, namun yang ditempati hanya lantai satu. Lantai dua dan selanjutnya kosong dan jadi "rumah hantu".

Belajar dari fakta tersebut, sebaiknya dinas terkait dalam hal ini Dinas Perdagangan betul-betul membuat perencanaan yang matang sehingga bagunan itu setelah selesai dibagun jangan untuk menambah sederetan pasar yang menjadi 'rumah hantu' karena tidak ditempati pedagang.

Sebab menurutnya, kuncinya sederhana, pedagang akan bertahan jualan di tempat yang sudah disediakan pemerintah apabila pengunjung ramai. Kalau pengunjung sepi akibat fisik bagunan tidak mendukung, itulah yang mengakibatkan pedagang turun ke jalan jualan dan itu lagi-lagi jadi PR baru. (C20/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru