Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Pasar Tradisional Pangkalan Brandan Jorok, Sampah Menumpuk

- Sabtu, 11 Maret 2017 16:05 WIB
1.539 view
Pasar Tradisional Pangkalan Brandan Jorok, Sampah Menumpuk
SIB/Lesman Simamora
TUMPUKAN SAMPAH : Tumpukan sampah menutupi badan jalan pasar tradisional Pangkalan Brandan, Rabu (8/3).
Pangkalan Brandan (SIB)- Beberapa tahun belakangan ini kondisi pasar tradisional di Pangkalan Brandan berlokasi di Jalan Wahidin, Babalan dan Jalan Dempo Langkat semakin memprihatinkan.

Selain masalah sampah   menumpuk hingga menimbulkan bau busuk dan jorok, juga lingkungannya terkesan kumuh akibat para pedagang berjualan di sembarangan tempat bahkan sampai menutup sebahagian besar badan jalan.

Tumpukan sampah ditambah lagi dengan keberadaan sejumlah pedagang yang menggelar dagangannya menutup badan jalan hingga nyaris tak bisa dilalui para pengguna jalan khususnya pada pagi hari mulai dari pukul 06 s/d pukul 09:00 WIB. Hal tersebut dikeluhkan seorang IRT, Sumarni (50), di lokasi pasar kepada SIB, Rabu (8/3).

"Kondisi pasar semrawut, jorok dan becek, itu bukan lagi hal yang baru terjadi di pasar tradisional Pangkalan Brandan, tapi sudah berlangsung tahunan membuat para pengguna jalan yang setiap harinya melintas menjadi kesal," ucap wanita paroh baya itu.

Sementara itu, Zalalludin (64) seorang pedagang mengatakan, sampah ditumpuk di badan jalan sudah berlangsung selama tiga hari membuat kondisi pasar semakin jorok serta mengeluarkan bau busuk.

Dikatakan, pemandangan seperti ini sudah berlangsung belasan tahun, tapi ironisnya, sampai sejauh ini belum ada upaya maksimal dari pihak pemerintah untuk melakukan penataan pasar yang lebih baik seperti tempat berjualan sayur mayur, ikan dan lainnya.

Sementara itu, saat wartawan mencoba mengkonfirmasi ke UPTD Kebersihan Kecamatan Babalan, Hermansyah tidak berhasil ditemui. Menurut beberapa pekerja di kantor itu mengatakan, pimpinannya sedang tidak berada ditempat.

Camat Babalan Mhd Ilyas dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya,  Kamis (9/3) mengaku pihaknya tidak dapat berbuat banyak terkait kesemrawutan yang terjadi di pasar tradisional Pangkalan Brandan.

Beberapa kali pihaknya telah turun ke lokasi pasar seraya meminta agar para pedagang tidak berjualan di atas badan jalan, namun himbauan tersebut tidak diindahkan sehingga penataan pasar menjadi sulit dilakukan.

Disinggung apa tidak sebaiknya pasar tradisional itu direnovasi. Dijawabnya sebaiknya demikian, tapi yang menjadi masalah, alas hak pasar tradisional Pangkalan Brandan sampai saat ini tidak jelas keberadaannya. "Saya udah tanya kepada Lurah Brandan Barat, Musa Pasaribu, tapi ia juga mengaku tidak tau," sambungnya.

"Sebenarnya, jika alas hak kepemilikan pasar tradisional Pangkalan Brandan itu ada, maka proposal pembangunan pasar yang baru dapat diajukan ke pemerintah pusat, tapi sampai saat ini, saya tidak mengetahui ada atau tidaknya surat-berharga (alas hak) tersebut," terangnya. (B05/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru