Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026
Reses Anggota DPRDSU Jenny Riany Lucia Berutu

Tingkat Pengangguran dan Anak Putus Sekolah Tinggi di Desa Bintang Dairi

- Sabtu, 11 Maret 2017 16:08 WIB
672 view
Tingkat Pengangguran dan Anak Putus Sekolah Tinggi di Desa Bintang Dairi
SIB Tulus Tarihoran
TERIMA ASPIRASI : Anggota DPRD Sumut Jenny Riany Lucia Berutu, mendengar dan menerima aspirasi warga Desa Bintang, Kecamatan Sidikalang, Selasa (7/3).
Sidikalang (SIB)- Anggota DPRDSU Jenny Riany Lucia Berutu menggelar reses dan menerima aspirasi masyarakat Selasa (7/3) di Juma Takkar Dusun IV Desa Bintang Kecamatan Sidikalang Dairi. Dalam reses tersebut, warga menyampaikan aspirasi terkait pertanian dan pendidikan.

Seperti Anto Banurea, mengatakan warga membutuhkan adanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah mereka. Karena selama ini, anak sekolah harus berjalan kurang lebih 4 kilometer ke Sidikalang. "Harapan warga, SMP Negeri dibangun di daerah ini, sehingga anak sekolah tidak harus lagi ke Sidikalang untuk sekolah," ucapnya.

Anto menyebutkan, di daerah Desa Bintang terdapat dua Sekolah Dasar (SD). Tetapi untuk melanjutkan ke jenjang SMP menjadi kendala, akibat jarak sekolah yang jauh. "Siswa SMP dari desa ini, sering terlambat ke sekolah, dan pulangnya pun sudah sore hari sampai ke rumah," ucapnya.

Kemudian, Johan Bintang menyampaikan keluhan bantuan pupuk kepada petani. Tanaman seperti kopi, untuk sekarang ini harus dipupuk supaya hasil produksi ada. Namun, akibat keterbatasan modal, sehingga hasil produksi minim. "Petani memiliki semangat kerja yang kuat, tetapi disebabkan minimnya modal untuk membeli pupuk menjadi terkendala," ucapnya.

Kaum ibu diwakilkan Risna Bintang mengharapkan adanya penyediaan keterampilan kepada anak-anak yang sudah tamat sekolah maupun yang putus sekolah. "Kami di desa ini sangat menginginkan adanya keterampilan anak yang sudah tamat sekolah seperti keterampilan salon, menjahit, dan keterampilan lainnya," kata Risma Bintang.

Sekretaris Desa Bintang Chahaen Sihombing menyebutkan, tingkat pengangguran atau putus sekolah sangat tinggi di desa ini. Kurang lebih seratus orang putus sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Daerah ini merupakan daerah tergolong ekonomi rendah.  "Banyak anak putus sekolah di desa ini, karena orangtuanya tidak mampu menyekolahkan. Tamat SMA saja di Desa ini sudah hebat," ucapnya.

Chahaen menambahkan, terkait reses yang dilakukan sejumlah anggota dewan selama ini, tidak pernah ada realisasi. Masyarakat sudah jenuh, bosan terkait janji-janji dari anggota dewan yang melaksanakan kegiatan reses selama ini.

Masyarakat Desa Bintang antusias menyampaikan berbagai aspirasi tentang pertanian, pendidikan. Aspirasi mereka akan diusulkan kepada Pemerintah Provisni Sumatera Utara (Pemprovsu) supaya ditampung untuk tahun 2018. Hal itu sesuai dengan janji Pemprovsu kepada anggota dewan. Dimana selama 2 tahun ini, aspirasi yang ditampung dari masyarakat tidak pernah direalisasikan Pemprovsu.

Terkait usulan masyarakat untuk pembangunan sekolah sangat baik. Namun, terkait pembangunan, masyarakat juga harus rela menghibahkan tanah untuk pembangunan sekolah tersebut. Jenny untuk kabupaten, harus bisa mencontoh kabupaten tetangga, dimana mulai dari SD, SMP, gratis pendidikan. Bahkan, siswa yang lulus masuk PTN negeri dibiaya dari APBD. Ia menghimbau warga, untuk tahun 2018 memilih pimpinan daerah harus betul-betul memperhatikan pendidikan. Sehingga tidak ada anak yang putus sekolah. (B07/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru