Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

SMP Negeri 1 Sidikalang Raih Juara Umum Olimpiade Sains Piala Bupati Simalungun

- Senin, 03 April 2017 21:27 WIB
528 view
SMP Negeri 1 Sidikalang Raih Juara Umum Olimpiade Sains Piala Bupati Simalungun
SIB/Tulus Tarihoran
TUNJUKKAN PIALA: Kepala SMP Negeri 1 Sidikalang Jonner Situmorang menunjukkan Piala bergilir Bupati Simalungun, usai meraih juara umum pada Februari lalu, Sabtu (1/4) di SMP Negeri 1 Sidikalang.
Sidikalang (SIB) -Sepuluh siswa SMP Negeri 1 Sidikalang lulus ujian akademik di SMA Plus Soposurung Balige. Dari Kabupaten Dairi, SMPN 1 yang paling banyak siswanya lulus ke Soposurung. Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sidikalang, Jonner Situmorang, Sabtu (1/4) di Sidikalang.

Tahun ini, ada peningkatan yang lulus ujian akademik, sekitar 50 siswa yang ikut sebagai peserta, 10 siswa di antaranya lulus ujian akademik, dan kemudian dilanjutkan dengan Samapta. Dan beberapa siswa juga lulus di SMA Plus lainnya. "Jumlah itu, membuat siswa SMP Negeri 1 paling banyak lulus dari sekolah menengah pertama lainnya di Dairi," ucap Jonner.

Tahun lalu, kata Situmorang, sebanyak 6 siswa yang lulus akademik, namun yang lanjut mengecap pendidikan di sana hanya tiga orang. Karena ada beberapa siswa mengikuti ujian di SMA plus lain dan menang.

Kemudian, lanjut Situmorang, Februari lalu, SMP Negeri 1 meraih juara umum olimpiade sains merebutkan Piala Bupati Simalungun. Adapun mata pelajaran yang dilombakan yakni, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. "Kita membawa pulang piala bergilir Bupati Simalungun," ucapnya.

Kemudian, sekolah ini mengirimkan tiga siswa mewakili Kabupaten Dairi untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Lanjut Situmorang, SMP Negeri 1 Sidikalang melakukan berbagai upaya dalam mendongkrak kemampuan siswa. Salah satunya, melakukan ujian tertulis menyaring siswa untuk mengisi kelas unggulan. Berbeda dengan sekolah lain, mengisi kelas unggulan berdasarkan nilai raport.

Untuk syarat mengikuti ujian kelas unggulan, diambil mulai dari nilai tertinggi sebanyak 50 persen. Merekalah yang berhak untuk mengikuti proses ujian masuk kelas unggulan.

Siswa diberikan kesempatan berkompetisi sehat dan tidak ada rekayasa nilai. Bahkan guru sekali pun tidak bisa melakukan hal itu. Untuk kelas unggulan ada penambahan jam belajar sore. Sehingga mereka termotivasi. Ia menyebutkan, ada beberapa orang yang berpengaruh meminta anaknya supaya masuk kelas unggulan. Hal itu tidak bisa, karena tidak lulus dalam ujian seleksi.

Lanjutnya, SMP Negeri 1 Sidikalang menjadi salah satu sekolah menengah pertama menyelenggarakan ujian nasional berbasih komputer (UNBK) tahun 2017.
"Sebanyak 296 siswa akan mengikuti ujian dan siswa sudah dibekali beberapa kali simulasi," ucap Situmorang.(B07/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru