Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026
jalDiduga Keteledoran Sekolah

Siswa Kelas XII SMKN 1 Sidikalang Kehilangan Kesempatan Mengikuti Jalur Undangan

- Kamis, 06 April 2017 19:05 WIB
568 view
Sidikalang (SIB) -Siswa kelas XII SMK Negeri 1 Sidikalang kehilangan kesempatan untuk melanjutkan ke Perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau yang lebih dikenal dengan seleksi jalur undangan tahun 2017. Hal itu diduga akibat keteledoran pihak sekolah.

Demikian disampaikan beberapa siswa kelas XII yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada wartawan, Rabu (5/4) di Sidikalang. Mereka menyebutkan pihak sekolah lalai tidak memasukkan data ke dalam pangkalan data siswa sekolah (PDSS), sehingga siswa tidak dapat mendaftar SNMPTN.

Mereka menjelaskan, tahapan untuk mengikuti program SNMPTN seharusnya diawali pengisian biodata siswa peserta ke dalam PDSS  yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk mendapatkan nomor induk siswa nasional (NISN) dan password. Namun tahapan itu diduga tidak dilakukan  sehingga siswa menjadi korban.
Kejadian serupa juga terjadi pada tahun ajaran sebelumnya.

"Kami siswa kelas XII jelas sangat kecewa tidak dapat mengikuti seleksi melalui jalur undangan. Mirisnya, seorang guru ada membagikan password, namun ketika siswa hendak melakukan tahapan pendaftaran, password tersebut tidak terverifikasi," ucapnya.

SMKN 1 Sidikalang merupakan sekolah berstatus 'rintisan' dengan akreditasi 'A' yang seharusnya memiliki kuota 50 persen untuk SNMPTN, namun status tersebut tidak bermanfaat apapun bagi siswa, karena tidak bisa mengikuti SNMPTN. Justru yang ditawarkan sekolah melalui seorang guru untuk menjadi TKI ke Malaysia.

Siswa yang kesal atas kejadian tersebut kemudian berusaha untuk mendapat penjelasan dari pihak sekolah. Namun yang diperoleh justru jawaban bernada intimidasi.  Salah seorang guru merangkap wakil kepala sekolah pada sebuah pertemuan dengan siswa di Aula sekolah melontarkan pernyataan yang melemahkan mental siswa.

"Kalian harus tahu, bahwa penentuan kelulusan siswa tahun ini merupakan kewenangan dan hak sekolah," sebut sumber, menirukan ucapan guru berinitial MAS saat pertemuan tersebut. Bagi sebahagian siswa, pernyataan itu dianggap sebagai intimidasi dan usaha merontokkan mental.

Siswa berencana akan melanjutkan protes melalui aksi unjukrasa yang direncanakan digelar Jumat (7/4) besok dengan berorasi di tiga tempat  yakni di kompleks SMKN 1 Sidikalang, DPRD dan  di  Mapolres Dairi.

Selain, masalah SNMPTN, dalam rencana aksinya, siswa akan menyuarakan dugaan praktek pungli yang diduga masih berjalan mulus dengan alasan, uang  osis, Prakrin, komite dan alasan lain. Juga akan menuntut perlakuan diskriminatif dan pengekangan hak bicara siswa.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Sidikalang Kaspar Sianturi tidak dapat dikonfirmasi, Rabu (5/4). Saat dihubungi melalui telepon juga tidak disahut. Petugas keamanan sekolah mengaku marga Ujung mengatakan, bahwa Kaset sedang monitoring UNBK.

Meski wartawan telah menjelaskan topik yang hendak dikonfirmasi dan hanya minta waktu tidak lebih dari 5 menit, petugas jaga tetap tidak memberi izin. "Sekarang UNBK sedang berlangsung, Bapak itu sedang monitoring. Terkait hal itu, semalam polisi sudah datang, pastinya saya tidak tahu seperti apa," ucapnya.(B07/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru