Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 19 April 2026

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumut Gelar Sosialisasi Pelestarian Budaya Sumut

- Minggu, 13 Agustus 2017 22:34 WIB
498 view
Pematangsiantar (SIB)- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumatera Utara menggelar sosialisasi Pembinaan dan Pelestarian Budaya Daerah Sumut, Kamis (10/8) di USI, Jalan Sisingamangaraja Barat Pematangsiantar dengan thema "Peranan Masyarakat dan Tanggungjawab Daerah dalam Pelestarian Pengembangan Budaya Daerah di Sumatera Utara."

Tampil sebagai pembicara, Dr Eron Damanik, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, Dr Budi Agustono, Drs Harun Al Rasyid (anggota Forum Pelestarian Budaya Sumut) dan Drs Salmon Sinaga. Acara dipandu moderator Dra Corry Purba dihadiri dosen dan mahasiswa USI.

Menurut Harun Al Rasyid, budaya haruslah dihormati dan dijaga, serta perlu dilestarikan agar tersebut tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak.
Dikatakan, pelestarian budaya menjadi tanggungjawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat terutama generasi mudanya. "Dengan melestarikan budaya kita bisa menjaga dan mengembangkan budaya nasional kita, sehingga menjadi kekayaan yang diakui oleh negara lain. Untuk itulah perlunya menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa, ikut melestarikan budaya dengan cara berpartisipasi dalam pelaksanaannya, memberikan pengetahuan dan mempelajari kebudayaan  daerah bagi generasi muda dan mensosialisasikan kepada orang lain sehingga mereka tertarik untuk ikut menjaga dan melestarikannya," katanya.

Disebutkan, Indonesia mempunyai banyak sekali kebudayaan lokal. Budaya asing akan berpotensi menggerus kebudayaan lokal, jika kita tidak mempunyai strategi menangkal masuknya kebudayaan asing.

Sementara itu Eron Damanik mengungkapkan, masyarakat mengapresiasi dan mendukung budaya yang ada di daerah masing-masing. Namun yang menjadi pertanyaan apakah sudah menjadi modal dasar untuk pengambil kebijakan.

Katanya, dengan berbagai ragam kebudayaan dan peninggalan dari kebudayaan yang dimiliki seperti cagar alam hendaknya didaftarkan oleh pemerintah. Untuk itulah diharapkannya agar pemerintah senantiasa peduli dan memberikan perhatian yang serius terhadap kemajuan budaya serta upaya pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya.

Ketua Panitia Ridwan Manurung menjelaskan saat ini dibutuhkan pembentukan Forum Pelestarian Budaya di kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Utara. Dengan tujuan agar setiap daerah menghidupkan budaya. Serta mengharapkan jangan hanya tergantung pada pemerintah  Provinsi Sumatera Utara saja. Untuk anggarannya dapat diperoleh melalui APBD kota dan kabupaten. Saat ini Forum Pelestarian Budaya hanya ada  di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Budi Agustono mengatakan, kemajuan komunikasi, transportasi dan teknologi informasi, memperpendek jarak, tujuan melesat tumbuh, karena disokong korporasi besar. Bila pemerintah tidak melakukan upaya atentif, afirmatif dan protektif , serta masyarakat tidak mengambil prakarsa dalam mempertahankan budaya lokal, maka akan terjadi disaster budaya.

Untuk itulah, pemerintah setempat bersama masyarakat perlu mulai memprioritaskan penguasaan teknologi komunikasi (informasi) melakukan proyek digitalisasi budaya lokal. Bersamaan dengan ini masyarakat haruslah diberikan pelatihan pengelolaan budaya lokal dan restorasi manajemen institusi budaya. (D03/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru