Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Maret 2026

Generasi Muda Desa Batukarang akan Mengadakan Pagelaran Pentas Seni dan Budaya

- Sabtu, 30 September 2017 22:46 WIB
432 view
Medan (SIB)- Generasi muda asal Desa Batukarang, Kabupaten Karo akan mengadakan Pentas Seni Budaya, di Balai Zeqita, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan 22 Oktober 2017 mendatang.

Pagelaran pentas seni budaya Karo ini diharapkan mampu mempersatukan masyarakat Karo khususnya warga Desa Batukarang yang tinggal di Kota Medan dan sekitarnya.

"Pagelaran ini kita lakukan untuk mengingatkan kita kembali akan budaya kita (Karo) yang semakin lama makin dilupakan seiring dengan perkembangan jaman," kata Tomi Haiga Bangun selaku ketua panitia pelaksana, Jumat (29/9).

Kemudian, sambung dia, pagelaran ini juga diharapkan mampu mempersatukan masyarakat Batu Karang yang tinggal di Kota Medan dan sekitarnya. "Tujuan utamanya adalah mempersatukan seluruh  lapisan masyarakat yang berasal dari Batu Karang. Ini sangat penting untuk saling membantu satu sama lain," ujarnya.

Saling membantu yang dimaksud, adalah saling menopang akan potensi atau kemampuan individu dalam berbagai hal. "Belakangan ini banyak terjadi aksi individual, padahal bisa dilakukan bersama. Sehingga yang muncul adalah ego, iri dan dengki. Karena itu kami berharap kegiatan ini adalah awal dari kebersamaan untuk masa depan yang lebih baik," sebutnya.

Menurut dia, acara ini diinisiasi oleh generasi muda yang berasal dari Batu Karang, Kabupaten  Karo. "Acara kami ini sepenuhnya didukung pemerintahan Desa Batukarang, sebagai ajang konsolidasi khususnya bagi para pemuda dan mahasiswa ke depan," jelasnya.

Dia menjelaskan, ada banyak kaula muda masa kini tidak memahami arti dari Gendang Guro-guro Aron meskipun sering didengar. Itu menandakan, telah terjadi evolusi kebudayaan. Sehingga tidak tertutup kemungkinan 30 tahun yang akan datang budaya  Karo tidak akan ada lagi jika tidak dijaga dan dilestarikan.

"Gendang Guro-guro Aron adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat  Karo yang sering diadakan saat pesta-pesta adat dan acara syukuran seusai panen. Seni tradisional ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas kecukupan rezeki atau hasil panen yang berlimpah atau pun juga perayaan atas kegembiraan yang dirasakan. Itulah intinya, kegiatan ini kita lakukan untuk mengingatkan kembali khususnya generasi muda," jelasnya.

Dulu, tambah dia, acara ini (Gendang Guro-guro Aron) dilakukan selama tujuh hari lamanya dengan berbagai kegiatan. "Sekarang kan tidak seperti dulu lagi pelaksanaannya, itu artinya ada perubahan. Maka dari itu estafet kebudayaan itu harus dilakukan dan sebagai generasi muda diharap tidak meninggalkan asal-usul kebudayaannya, inilah yang sedang kami perjuangkan," terangnya.

Dalam acara ini, panitia penyelenggara akan menampilkan Gendang 5 Sindalanen dan Band Modern yang dikolaborasikan dengan musik tradisional  Karo. Selain itu, juga ada tarian lima serangkai dan adu Perkolong-kolong.

Ria Ivana Beru Tarigan selaku sekretaris mengatakan, kedepan warga Batu Karang diharapkan memiliki sentral informasi atau Batukarang Centre sebagai pusat informasi untuk pendataan warga yang menetap di Medan dan sekitarnya. "Sejak tahun 1995 silam, pendataan itu sudah tidak ada, kini kita akan memulainya lagi. Tujuannya adalah untuk mempererat tali silaturrahmi dan membangun Desa Batukarang yang lebih baik," ungkapnya. (A14/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru