Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 22 Oktober 2026

TPID se-Tabagsel Rumuskan Pengendalian Inflasi

- Jumat, 15 Desember 2017 16:06 WIB
436 view
TPID se-Tabagsel Rumuskan Pengendalian Inflasi
Panyabungan (SIB) -Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaksanakan rapat koordinasi se-Tabagsel di Taman Raja Batu, Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan, Kamis (14/12).

Hadir Plt Sekda Madina Syafei Lubis, SKPD, perwakilan BI Sibolga, Bulog Padangsidimpuan, TPID se-Tabagsel, Bank Sumut, BRI, UMKM dan lainnya.

Ketua panitia juga Kabag Perekonomian Madina Erman Gaffar mengatakan, Rakor TPID  tersebut bertujuan merumuskan pengendalian inflasi di Tabagsel.

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dalam sambutannya dibacakan Plt Sekda mengatakan kondisi rill Kabupaten Madina yang memiliki sumber daya alam yang sangat potensial karena memiliki seluruh komoditas mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan darat dan laut.

Untuk itu, menurut Bupati, perlu pengelolaan yang baik agar bisa dikembangkan menjadi sentra berbagai komoditas karena berperan terjadinya fluktuasi inflasi di kawasan.

Karena selama ini, menurut Bupati, wilayah Madina telah menjadi pemasok berbagai produk pertanian mulai dari beras dan bermacam produk hortikultura untuk memenuhi kebutuhan wilayah.

Bupati juga menyampaikan sesuai yang dikatakan Presiden Joko Widodo pada Rakornas TPID 2017 bahwa kunci mengelola ekonomi baik di daerah maupun nasional adalah pertumbuhan dan inflasi.

Maka diharapkan semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat bersama-sama menekan inflasi ke tingkat serendah-rendahnya.

Perwakilan BI Sibolga R Unggul Guntoro menyampaikan telah melaksanakan klaster, pembagian zona untuk pengembangan komoditas unggulan daerah. Dia mencontohkan di daerah Mandailing Natal terintegrasi antara pertanian peternakan di Desa Rumbio yang telah menghasilkan bio gas, pupuk kompos dan jenis lainnya.

"Kita berupaya di bawah target inflasi nasional 4%+1-1%, artinya perlu kerjasama yang baik, sehingga harga komoditas masyarakat terkendali tidak dipermainkan harga tengkulak," ujarnya. (G09/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru