Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 25 Oktober 2026

Pemkab Simalungun Motivasi Petani Tingkatkan Produksi Hortikultura

- Rabu, 21 Februari 2018 22:09 WIB
402 view
Pemkab Simalungun Motivasi Petani Tingkatkan Produksi Hortikultura
SIB/Jheslin M Girsang
LABU: Seorang petani, Opung Edo siap memasarkan labunya setelah dikembangkan di perladangan Sondiraya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Selasa (20/2).
Simalungun (SIB)  -Pemerintah Kabupaten Simalungun senantiasa memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas hortikultura, karena menjadi komoditi ekspor yang menjanjikan.

"Kita selalu menyemangati petani untuk terus mengembangkan hortikultura," tutur Kepala Dinas Pertanian Simalungun, Ir Jan Posman Purba, Selasa (20/2).

Ia menilai, wilayah Kabupaten Simalungun khususnya bagian atas merupakan sentra produksi tanaman hortikultura dan memiliki lahan pertanian yang sangat luas. Hortikultura dipandang akan dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke luar negeri, karena permintaan dari luar cukup besar.

Ragam jenis tanaman hortikultura yang dikembangkan di Simalungun antara lain, buah-buahan, sayuran, bunga dan tanaman obat-obatan. Ciri-ciri umumnya lebih cepat mengalami pembusukan dan tidak tahan suhu tinggi.

"Kabupaten Simalungun pada dasarnya penghasil buah-buahan dan sayur-sayuran. Itu dapat kita lihat di Simalungun bagian atas mulai dari Raya sampai Saribudolok," kata Jan Posman.

Guna meningkatkan produktivitas hortikultura, Pemkab Simalungun memberi motivasi kepada komunitas petani untuk lebih bersemangat mengelola lahan pertanian. Berbagai bantuan juga disalurkan seperti bibit, saprodi dan lainnya.

Jan Posman bahkan mengapresiasi usaha tani yang cukup berhasil mengembangkan komoditi sayur labu di Raya.

Sementara itu, petani mulai merasakan masa panen sayur labu di Raya Kabupaten Simalungun dalam sebulan terakhir ini. Harganya pun merangkak
naik. 
"Naik menjadi Rp 2 ribu perkilo, dari sebelumnya Rp 1500," tutur Ramlan Purba, seorang petani di Raya.

Disebutkan, harga Rp 2 ribu cukup menguntungkan, mengingat biaya pengeluaran dalam pengelolaan komoditi labu tidak terlalu besar.

"Perawatannya pun cukup sederhana, tidak perlu rutin melakukan penyemprotan pestisida atau penggunaan obat-obatan untuk pembasmi hama tanaman," ujarnya. (D05/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru