Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Maret 2026

Diserang Wereng, Hasil Panen Petani di Rawang Panca Arga Asahan Menurun

- Kamis, 22 Februari 2018 22:34 WIB
473 view
Diserang Wereng, Hasil Panen Petani di Rawang Panca Arga Asahan Menurun
Kisaran (SIB) -Merebaknya hama wereng dan penyakit batang hampa (klowor) yang menyerang tanaman padi di Kecamatan Rawang Panca Arga, Asahan menyebabkan menurunnya produksi gabah. Hal itu diungkapkan para petani kepada SIB, Rabu (21/2) di tengah kegiatan panen padi di  Rawang pasar V.

Menurut R br Pangaribuan, bila dibanding tahun lalu, musim panen padi mampu memberi keuntungan maksimal bagi keluarganya. Namun pada musim ini 7 rante tanaman padi yang sedang dipanen mengalami penurunan omset. Penurunan omset dan hasil produksi disebabkan sebagian tanaman padinya terserang hama wereng. "Saya masih bersyukur tidak gagal panen walau untung sedikit karena terpangkas biaya beli obat hama, yakni Rp1,2 juta per musim untuk setengah hektar sawah dengan hasil produksi 3 sampai 3,5 ton per musim," ucap ibu 4 anak itu.

Kondisi serupa juga dialami Gibson Manurung warga Rawang Baru. Gibson mengatakan, sejak tanaman padi berumur 50 hari lahan sawah seluas 3 hektare dibeberapa tempat sudah terserang hama wereng. Dia sempat menggunakan berbagai cara dan obat-obatan untuk memberantasnya, akan tetapi hasilnya tidak memuaskan dan pertumbuhan bulir padi tidak optimal sampai tiba waktu panen.

Dengan harga jual gabah kering di tingkat petani Rp 5.500 per kilogramnya, Gibson setidaknya akan kehilangan potensi pendapatan paling sedikit Rp 3 juta-Rp 4 juta pada panen kali ini. Padahal pasokan air dan pupuk cukup lancar, kalau tidak diserang hama, hasil panen sebenarnya bisa melimpah.

Dengan harga jual gabah di tingkat petani Rp 4.500 per kilogram, setidaknya akan kehilangan potensi pendapatan paling sedikit Rp 13,5 juta pada panen kali ini. "Padahal pasokan air dan pupuk cukup lancar. Kalau tidak terserang hama, hasil panen sebenarnya bisa melimpah," sebut Gibson.

Terpisah, Sudi Widada, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Asahan ketika dikonfirmasi membenarkan. Kata Sudi, hama wereng sudah melanda lahan pertanian di berbagai Kabupaten di Sumatera Utara. Hal ini bisa disebabkan pola tanam yang dilakukan para petani tidak serentak sehingga memberi ruang bagi wereng untuk berkembang. "Pola tanam tidak serentak itu mungkin disebabkan pasokan air tidak mencukupi, sehingga di beberapa lokasi para petani sudah melaksanakan tanam padi, sementara di lokasi lain belum. Kondisi ini harus kita sikapi dengan bijak agar memberi solusi terbaik untuk musim tanam berikutnya," pungkas Sudi. (E04/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru