Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

DPRD Dalami Kasus Ambruknya Tembok Penahan di Nagori Parbalogan

- Kamis, 08 Maret 2018 21:50 WIB
188 view
DPRD Dalami Kasus Ambruknya Tembok Penahan di Nagori Parbalogan
Simalungun (SIB) -Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba mengatakan, penyebab ambruknya tembok penahan yang baru satu bulan selesai dikerjakan di
Nagori Parbalogan Kecamatan Tanah Jawa perlu ditelusuri.

"Kita lihat dulu kasusnya. Jangan serta merta menilai," kata Johalim kepada SIB, Rabu (7/3).

Menurutnya, ada 2 kemungkinan faktor penyebab ambruknya tembok penahan tersebut, yaitu karena bencana alam dan konstruksi bangunan yang tidak bagus.
 
Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera turun ke lokasi agar mendapatkan data yang lebih akurat. Masalah tersebut akan dibahas di DPRD.

"Ketika konstruksi tidak bagus, kita akan minta pertanggungjawaban dari pemborong dan dinas terkait," ujar Johalim.

Sebelumnya, seorang warga setempat bernama Sutrisno mengatakan, bangunan tembok penahan yang baru dikerjakan Februari lalu sudah hancur. Dia mengaku sangat menyesalkan kinerja pihak yang membangun tembok penahan yang diduga asal jadi. Anggaranya menelan miliaran rupiah.

Diperbaiki
Sementara itu, tembok penahan di Nagori Parbalogan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun yang baru satu bulan selesai dikerjakan sudah hancur. Namun saat ini pihak rekanan sedang memperbaiki bangunan tersebut.

Alvin selaku pemborong melalui Pengawas Lapangan Ismed kepada SIB, Rabu (7/3) mengatakan, pihaknya tetap bertanggung jawab atas kerusakan tembok penahan yang dikerjakannya. "Kalau kerjaan kita rusak, kami akan tetap memperbaikinya," ujarnya.

Ismed mengaku, hancurnya tembok penahan disebabkan hujan deras sehingga meluap dari kebun PTPN IV Marihat menuju bangunan yang baru dikerjakan. Sehingga bangunan tersebut menjadi hancur. "Sudah ketiga kali ini tembok ini hancur," ungkapnya.

Dia menuturkan, pihaknya sudah mengerjakan bangunan tersebut sesuai dengan spek yang berlaku. Jadi bagaimana pun, kita tetap bertanggung jawab untuk memperbaiki bangunan yang hancur.

"Kita upayakan dua sampai tiga minggu bangunan itu selesai diperbaiki," kata Ismed.

Terpisah, R Gultom, salah satu warga mengapresiasi kinerja pihak rekanan yang terus cepat memperbaiki tembok penahan yang hancur di Nagori ini. (D05/D14/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru