Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Longsor Jalan Menuju Puncak Gunung Sibayak Belum Diperbaiki

- Senin, 11 Juni 2018 21:11 WIB
875 view
Longsor Jalan Menuju Puncak Gunung Sibayak Belum Diperbaiki
SIB/Dok
LONGSOR: Longsor Jalan Gunung Sibayak belum diperbaiki.
Tanah Karo (SIB) -Longsoran badan jalan di jalur pendakian menuju puncak Gunung Sibayak hingga saat ini belum menjadi perhatian pihak terkait. Sejumlah wisatawan mengaku kecewa dengan kondisi longsor yang terkesan dibiarkan.

Nathaniel dan Setianto Girsang, mahasiswa yang saat ditemui wartawan di Shelter Batu Kapur Gunung Sibayak baru-baru ini  mengungkapkan kekecewaan mereka kepada pengelola objek wisata puncak Gunung Sibayak.

"Pada saat melintasi jalan, ada longsoran, itu ada perasaan takut dan ngeri karena lokasi longsoran tepat di jalan menanjak menuju batu kapur. Sedikit kesalahan mungkin langsung bisa jatuh," kata keduanya yang mengaku mengendarai sepeda motor menuju Shelter Batu Kapur.

Parahnya, lanjut Setianto Girsang, dia sempat terjatuh dari sepeda motornya saat melintas di longsoran badan jalan yang bercampur tanah liat. Meski tidak menderita luka yang berarti, sepeda motor miliknya mengalami kerusakan yang cukup parah.

"Kami harap pihak pengelola dapat segera memperbaiki jalan menuju puncak Sibayak, sebelum ada jatuh korban. Untuk mendaki Gunung Sibayak kita dikenakan retribusi Rp 10.000  per orang. Pendakinya kan banyak dan uangnya bisa untuk bagusin jalan yang longsor ini," ungkapnya.

UPT Tahura Bukit Barisan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut selaku pengelola objek wisata Gunung Sibayak melalui Kepala UPT, Ramlan Barus saat ditemui mengatakan pihaknya sudah mengusulkan perbaikan badan jalan menuju puncak Sibayak yang longsor ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karo. "Sudah kita usulkan ke provinsi dan ke dinas PUD," kata Ramlan Barus.

Pantauan wartawan, badan jalan menuju puncak Gunung Sibayak yang longsor tampak cukup parah dan setengah dari jalan sebelumnya telah longsor ke jurang di samping jalan tersebut.

Tidak ada rambu-rambu bahaya yang terdapat di lokasi longsoran. Hal ini diyakini dapat berakibat fatal bagi pendaki yang baru pertama kali mendaki Gunung Sibayak.

Informasi dari warga sekitar Gunung Sibayak, longsoran badan jalan tersebut terjadi sekitar Desember 2017 lalu. Bupati Karo Terkelin Brahmana beserta sejumlah SKPD juga sudah pernah meninjau longsoran menuju Gunung Sibayak tersebut, namun hingga saat ini belum ada perbaikan. (BR2/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru