Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Februari 2026

Bupati Tobasa : Pemkab Serius Terkait Keselamatan Pelayaran Kapal di Danau Toba

- Jumat, 13 Juli 2018 22:25 WIB
198 view
Bupati Tobasa : Pemkab Serius Terkait Keselamatan Pelayaran Kapal di Danau Toba
Tobasa (SIB) -Pemerintah Kabupaten Toba Samosir memberikan perhatian serius terhadap keselamatan pelayaran kapal di Danau Toba. Saat ini, Pemkab memastikan setiap kapal yang berlayar harus memenuhi standar keselamatan dan minimal memiliki manifest.

"Kemarin saya hampir stres mendengar ada kapal penumpang yang putus kemudi di perairan Horsik Toba Samosir yang berlayar dari Samosir menuju Ajibata. Untung angin tidak kencang dan tim SAR cepat turun melakukan evakuasi," kata Bupati Toba Samosir Darwin Siagian saat memberikan sambutan pada perayaan dan syukuran HUT ke-72 Bhayangkara di halaman Mapolres Tobasa, Rabu (11/7).

Dia mengatakan, Pemkab Tobasa sudah berulangkali mengimbau pemilik kapal agar memenuhi standar keselamatan. Saat ini, Pemkab juga bekerja keras agar musibah yang terjadi di Tigaras tidak terjadi lagi.

Diakui, hal itu tidak mudah, namun perbaikan akan dilakukan bertahap. Untuk langkah awal, memastikan setiap kapal yang berangkat harus memenuhi standar keselamatan.

"Sekarang kita coba bagaimana setiap kapal yang berangkat manifestnya ada. Memang orang batak susah, tapi kita lakukan perlahan," katanya.

Beberapa waktu lalu melalui Kementerian Perhubungan, telah melatih Syahbandar di Parapat. Dari Kabupaten Toba Samosir, ada 15 orang yang mengikuti pelatihan tersebut. Dalam waktu dekat, akan dilakukan pelatihan terhadap para nahkoda kapal, karena masih banyak nahkoda yang belum bersertifikat.  

Bukan hanya masalah lalulintas di danau dan sungai, kata Darwin, masalah lalu lintas di darat juga akan dibenahi, khususnya masalah jalan negara di daerah ini. Pemkab Tobasa melalui Dinas Perhubungan  bersama Polres Tobasa akan melakukan beberapa regulasi agar setiap mobil atau truk yang membawa melebihi muatan dikenai sanksi.

"Ternyata tipe jalan kita ini tipe kelas 3 yang hanya bisa dilewati kendaraan dengan berat maksimal 21,5 ton. Tetapi saat ini banyak truk yang melintas melebihi 30 ton. Inilah yang mengakibatkan jalan-jalan di daerah kita ini cepat rusak. Harapan kita, truk-truk yang lebih dari 30 ton tidak lagi melintas dari jalan negara di daerah ini," katanya. (H01/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru