Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 Juli 2026
Banyak Siswa Belum Tahu Membaca dan Berhitung

Dinas Pendidikan Harus Beri Atensi Serius Terhadap SMP N 1 Dolok Panribuan

- Senin, 23 Juli 2018 18:37 WIB
357 view
Dinas Pendidikan Harus Beri Atensi Serius Terhadap SMP N 1 Dolok Panribuan
Pantas Sitanggang
Simalungun (SIB) -Anggota DPRD Simalungun Pantas Sitanggang merasa miris mengetahui puluhan siswa baru SMP Negeri 1 Dolok Panribuan belum bisa membaca dan berhitung. Pemerintah diminta memberikan atensi serius terhadap sekolah tersebut.

"Kalau sudah SMP, saya kira tidak mungkin lagi belum tahu membaca. Dinas Pendidikan Simalungun patut memberikan perhatian serius. Harus dibangun sinergitas kerjasama antara Dinas Pendidikan dengan SMPN 1 Dolok Panribuan dalam rangka mendidik siswa agar paham betul membaca dan berhitung," ujar Pantas di Pamatangraya, Minggu (22/7). 

Menurutnya, dalam menyikapi kekurangan sumber daya manusia itu, perhatian bukan hanya tertuju pada SMPN 1 Dolok Panribuan, tetapi harus lebih difokuskan terhadap proses belajar mengajar di tingkat SD khususnya di Kecamatan Dolok Panribuan. 

"Kenapa saya bilang begitu. Karena temuan yang belum bisa membaca dan berhitung itu adalah siswa baru SMPN 1 Dolok Panribuan, maka kuat dugaan bahwa siswa tersebut tidak mendapatkan pengajaran yang maksimal selama di SD," jelasnya.

Kendati demikian, ia tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Ke depan, perlu dibenahi mutu pendidikan. Seluruh siswa sudah sepatutnya bisa membaca dan berhitung setelah tamat SD.  

Seperti diketahui, puluhan siswa baru SMP Negeri 1 Dolok Panribuan lulusan SD belum bisa membaca dan berhitung. Hal itu diutarakan Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Negara (LPPN) RI Arifin Purba kepada SIB, belum lama ini. 

Kepala SMP Negeri 1 Dolok Panribuan Maruahal Sinaga ketika dikonfirmasi SIB, membenarkan siswa baru penerimaan tahun 2017 belum bisa membaca dan berhitung.

Sementara itu, Wakil Kepala SMP Negeri 1 Dolok Panribuan Paimin mengakui puluhan siswa dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017-2018, tingkat daya baca dan berhitung rendah, sehingga sulit untuk mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Hal itu diketahui setelah siswa mengikuti proses belajar mengajar satu minggu di dalam kelas usai MOS. (D05/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru