Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Tumpang Sari Salah Satu Cara Melestarikan Kopi Sidikalang

- Jumat, 07 September 2018 19:07 WIB
635 view
Tumpang Sari Salah Satu Cara Melestarikan Kopi Sidikalang
SIB/Dok
BIBIT: Wakil Ketua DPRD Dairi Benpa Hisar Nababan menyerahkan bantuan bibit kopi dan kol kepada warga Desa Kaban Julu Kecamatan Siempat Lae Parira Dairi, Kamis (6/9) saat reses di desa tersebut.
Sidikalang (SIB) -Wakil Ketua DPRD Dairi Benpa Hisar Nababan menegaskan, salah satu cara melestarikan kopi Sidikalang dari aspek budidaya adalah dengan cara tumpang sari. Hal itu disampaikannya, Kamis (6/9) saat reses di Desa Kabanjulu Kecamatan Lae Parira, Dairi.

Tumpang sari kopi dengan beberapa tanaman dinilai memberi banyak untung. Panen berkesinambungan, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga. Ada penerimaan per dua minggu, per tiga bulan hingga tahunan. Menurutnya, beberapa komoditas yang cocok ditanam dengan sistem tumpang sari dengan kopi yakni cabai, kol, terong belanda, durian dan aren. "Dengan tumpang sari biaya lebih ringan dan semua tanaman terawat bersama," ucapnya. 

Benpa mengaku sudah menerapkan sistem itu di areal pertanian di Panji Bako Desa Sitinjo 2 Kecamatan Sitinjo. Syarat keberhasilan, harus dikelola secara optimal, yakni cukup kompos disertai pengendalian hama penyakit.

Kemudian Benpa mengajak warga kembali menggiatkan penanaman kopi. Potensi permintaan pasar internasional terus tumbuh menyusul berkembangnya cafe di hampir seluruh penjuru dunia. Kopi memang menjanjikan yang penting pengelolaan yang baik.

Dengan tanaman tumpang sari, petani bisa memanen kol, terong belanda. Dimana komoditi itu selalu dicari di pasar, dengan harga jual terong belanda Rp 25 ribu per kilogram. "Bila punya 100 batang saja tidak kemana uang Rp 2,5 juta per bulan," ucapnya.

Benpa mempersiapkan bantuan ribuan bibit kopi arabika atas kerja sama dengan perusahaan pengalokasi dana CSR. Dan Desa Kabanjulu akan  dijadikan percontohan. Keluarga miskin diyakini bisa bangkit dalam tempo 2 tahun, kalau intensif merawat 1000 pohon kopi.

Sementara itu, Tiurmaida Nababan mengusulkan, desa itu disertakan dalam sertifikasi Prona. Sertifikat sangat dibutuhkan sebagai legalitas kepemilikan. Di sisi lain, dapat dipakai memutar perekonomian. Dalam reses tersebut turut hadir Plt Kepala Desa James Pane. (B05/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru