Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Maret 2026

Kunjungan Kerja Perdana ke Tobasa, Gubsu Ajak Bersama Membangun Sumut

- Jumat, 21 September 2018 16:53 WIB
622 view
Kunjungan Kerja Perdana ke Tobasa, Gubsu Ajak Bersama Membangun Sumut
SIB/ Bonny Sembiring
ANTRI: Warga tampak berdesakan mengantri di depan PT Tondong Jaya untuk mendapatkan gas LPG 3 Kg yang belakangan ini langka di Tebingtinggi, Rabu (19/9).
Tebingtinggi (SIB) -Gas LPG 3 Kg di Kota Tebingtinggi langka, membuat warga resah dan harus rela mengantri hingga berjam-jam untuk mendapatkan gas bersubsidi pemerintah itu. Kelangkaan gas melon di Kota Lemang ini disebut-sebut mulai terjadi sejak sepekan terakhir.

Amatan SIB di salah satu pangkalan gas PT Tondong Jaya di Jalan Jendral Sudirman, Rabu (19/9) siang, tampak sejumlah warga rela mengantri demi mendapatkan gas 3 Kg. Bahkan ada juga warga yang terpaksa pulang, karena tidak memperoleh gas tersebut. 

Salah seorang warga, Fadli Tanjung (40) warga Jalan Suprapto, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis kepada wartawan di lokasi menyatakan kekesalannya terhadap Dealer LPG Pertamina, PT Tondong Jaya, karena dia sudah mengantri hampir tiga jam, tapi belum juga memeroleh tabung gas melon tersebut. 
Padahal, akunya, mobil pemasok gas baru saja datang dan menurunkan tabung-tabung yang berisi gas di pangkalan itu.

Fadli pun menyebut, bahwa PT Tondong Jaya diduga bertindak curang terhadap warga, sebab pihak pangkalan dinilai tebang pilih ketika menjual tabung gas LPG bersubsidi itu kepada konsumen. 

Saat hendak dikonfirmasi mengenai kelangkaan gas tersebut, pemilik PT Tondong Jaya, Koko Liu beserta isterinya langsung marah-marah kepada wartawan dan melarang untuk mengambil foto di sekitar lokasi usahanya.

Ironisnya lagi, pihak pangkalan juga sempat memfoto para "kuli tinta" yang sedang mengambil gambar di lokasi. "Jangan kalian foto-foto saya. Saya tidak terima kalau kalian foto-foto di sini," ucapnya lantang.

Melihat keberadaan gas melon yang sulit didapat, warga pun berharap agar Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi sesegera mungkin turun ke lapangan untuk memantau para agen maupun pangkalan gas yang diduga nakal di daerah ini. 

"Karena dengan kelangkaan gas bersubsidi ini, banyak pangkalan nakal yang menimbun tabung gas dan menjualnya ke luar daerah dengan harga di luar ketentuan pemerintah," beber warga lainnya, Anto S kepada SIB. (C11/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru