Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Prihatin Rabies di Nisel, Parlindungan Purba Surati Kementerian

* Kementan dan Kemenkes Segera Turun
- Kamis, 27 September 2018 11:35 WIB
645 view
Prihatin Rabies di Nisel, Parlindungan Purba Surati Kementerian
Parlindungan Purba
Nisel (SIB) -Setelah membaca berita SIB, Anggota DPD RI Parlindungan Purba mengaku prihatin terhadap rabies di Nias Selatan (Nisel) yang mengakibatkan Faigizisokhi Tafonao warga Desa Hilialo'oa Kecamatan Ulu Idanotae Nias Selatan (Nisel) meninggal dunia.

Berita terkait rabies yang diterbitkan SIB, Jumat (21/9) dengan judul "Rabies Kembali Merenggut Nyawa di Nisel" mengundang perhatian sejumlah pihak. Mereka prihatin dan menyayangkan pihak Puskesmas terdekat dinilai kurang tanggap.

Parlindungan pun mengaku telah menyurati Kementan dan Kemenkes untuk turun membawa tim ke Pulau Nias khususnya di Nias Selatan, melakukan vaksinasi hewan.

"Koordinasi terakhir surat kami direspon. Kementerian akan turun ke Nisel dalam dua hari ke depan," katanya Senin (24/9).

Terkait rabies, Parlindungan meyakini Bupati Nisel telah mengantisipasinya, sementara dirinya membantu untuk menindaklanjuti di pusat. "Kalau perlu kita akan ajak lagi supaya diadakan vaksinasi terhadap semua hewan," janjinya.

Sebelumnya, Faigizisokhi meninggal karena digigit anjing diduga tertular rabies. Sewaktu mengamuk di RSUD Gunungsitoli, Faigisokhi juga menggigit sendiri anaknya Farisman Tafonao. Namun hingga kini Farisman belum disuntik antirabies.

Keterangan dari pihak keluarga korban, pihak Puskesmas Ulu Idanotae sebelumnya tidak menyuntiknya antirabies dengan alasan tidak ada bukti menunjukkan Farisman terinfeksi.

Sementara Kepala Puskesmas Ulu Idanotae Natalis Faatulo Hulu dihubungi mengatakan, Faigizisokhi Tafonao ketika berobat hanya mengaku pening dan menggigil. Pihaknya juga mengatakan belum menerima laporan secara tertulis dari pihak keluarga korban bahwa Faigizisokhi telah tergigit anjing. "Pihak keluarga Faigizisokhi juga belum meminta disuntik antirabies hingga kini," elaknya. (Dik-HH/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru