Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

DPD RI Apresiasi Tindakan Cepat Menteri LHK

- Jumat, 26 Oktober 2018 16:39 WIB
221 view
Tapsel (SIB) -Wakil Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Parlindungan Purba, mengapresiasi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang bertindak cepat dan memastikan PLTA Batangtoru tidak ganggu habitat orangutan di Tapanuli Selatan (Tapsel)  sebagaimana dinyatakan Menteri LHK pada  Rapat Koordinasi Teknis Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem tgl 17 Oktober di Jakarta.

"Begitu isu berkembang,  Menteri LHK langsung perintahkan tim terjun ke ekosistem Batangtoru. Dipastikan, Orangutan Tapanuli tetap eksis dan tidak terganggu oleh aktifitas pembangunan PLTA Batangtoru," ujar  Parlindungan melalui telepon  selular  Kamis (25/10).

Senator asal Sumatera Utara ini mengaku sedang bersama Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu di Medan melepas peserta rally Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Tingkat Nasional yang diselenggarakan BPBD Sumut. "Selesai acara ini, saya akan menemui atau setidaknya menyurati Menteri LHK, Saya senang tindakan cepat beliau, peduli terhadap Orangutan Tapanuli dan mendukung sumber energi listrik baru terbarukan di Tapsel"ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Bupati Tapsel ." Hasil pantauan tim Kementerian LHK secara tidak langsung telah membantah isu yang dilontarkan oknum dan kelompok tertentu. Orangutan Tapanuli tetap eksis berdampingan dengan PLTA Batangtoru"ujar Bupati.

Sebelumnya Menteri LHK Siti Nurbaya menegaskan PLTA Batangtoru yang dibangun di wilayah Areal Penggunaan Lain (APL)  tidak ganggu Orangutan Tapanuli seperti dikampanyekan sejumlah kalangan. Primata itu terpantau membuat sarang baru dan persinggahan di sekitar lokasi pembangunan PLTA.

PLTA Batangtoru berada di luar kawasan hutan, namun berdekatan dengan habitat orangutan. Menteri LHK mengintruksikan agar pengembang PLTA memperkuat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk mengakomodasi keberadaan orangutan di sekitar lokasi pengembangan."Kita tidak bisa batasi pergerakan orangutan, makanya kitalah yang mengikutinya. Kami sudah perintahkan agar PLTA menambah studi Amdal. Lakukan perbaikan, khususnya terkait orangutan," ujarnya. (G-07/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru