Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026
KIS-AIPI Kunjungan Kerja Ke Samosir

Prof Emil Salim: Danau Toba Punya Banyak History Jaga Kelestariannya

- Jumat, 02 November 2018 15:23 WIB
279 view
Samosir (SIB) -Komisi Ilmu Sosial - Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIS-AIPI) adalah Komisi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No 8 Tahun 1990, yang mempunyai tugas dan fungsi monitoring, mengkaji dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebelumnya tim ini melakukan seminar nasional di Universitas Sumatera Utara dan selanjutnya berkunjung dan melakukan diskusi dengan aparatur Pemerintah Kabupaten Samosir dan tokoh-tokoh masyarakat.

Rombongan KIS-AIPI tersebut diterima di Rumah Dinas Bupati Samosir, Rabu (31/10) di antaranya Prof Mayling Oey-Gardiner, Prof Emil Salim, Prof Hasim Djalal, Prof Sofian Efendie dan Idawati HM Yara. 

Ketua rombongan Mayling Oey-Gardiner menjelaskan sejarah singkat terbentuknya AIPI di Indonesia pada tahun 1990. Selain di Indonesia, AIPI juga terbentuk di berbagai negara salah satunya Jerman pada tahun 1682 dengan sebutan Leopolina dan Inggris/London tahun 1860 dengan sebutan "the royal of society.

Ditambahkan, tujuan terbentuknya AIPI memberikan advokasi kebijakan dan untuk memacu perkembangan keunggulan keilmuan pengetahuan di Indonesia melalui berbagai usaha, salah satunya budaya sekaligus memberi pendapat, saran dan pertimbangan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada pemerintah serta masyarakat. 

"Keanggotaan AIPI terdiri dari para ilmuan Indonesia dan terbagi dalam 5 komisi bidang ilmu pengetahuan yaitu Ilmu Dasar, Ilmu Kedokteran, Ilmu Rekayasa, Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya. Sebagai Ketua AIPI saat ini Prof Satryo S Brodjonegoro dan Wakil Ketua Prof Armida Salsiah Alisjahbana," jelasnya.

Prof Sofian Effendi selaku Ketua ASN (Kepala BKN) sekaligus anggota AIPI menyampaikan keberhasilan suatu negara tergantung dari para ASN (Aparatur Sipil Negara). Dalam meningkatkan mutu indeks efektifitas pemerintahan ada beberapa inti yang perlu diperhatikan yaitu mutu pelayanan publik yang perlu ditingkatkan, mutu SDM  ASN yang penuh tanggung jawab dalam suatu pekerjaan, kemampuan/kompetensi dari pejabat pimpinan kepada ASN dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan publik dan menjaga kepercayaan publik (masyarakat) kepada pemerintah dalam melaksanakan program kinerja.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon menyampaikan terimakasih kepada para senior petinggi Ilmuan Indonesia yang akan memaparkan pengalaman dalam kepemerintahan daerah menuju yang  lebih baik dan maju. Perkembangan Indonesia sekarang lebih maju, salah satunya Samosir yang ditunjuk sebagai destinasi pariwisata international yang sedang dalam proses pembangunan. Tiga mega proyek yang sedang dilaksanakan yaitu jalan lingkar Samosir, pembangunan terusan Tano Ponggol dan pengadaan ferry serta dermaganya.

Prof Emil Salim dalam diskusi menyampaikan Danau Toba mempunyai sejarah yang sangat banyak, di antaranya pernah sebagai daerah pengungsian Presiden Soekarno dan Raja Belgia sangat terkesan dengan keindahan Danau Toba. "Danau Toba harus dirawat dengan baik kalau bisa jangan ada lagi keramba," katanya.  

Prof Hasim Djalal juga menyampaikan Danau Toba dan Danau Singkarak mempunyai banyak kesamaan dan merupakan danau vulkano, sehingga Pemerintah Kabupaten Samosir bisa sharing dengan pemerintahan di mana Danau Singkarak berada. (H04/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru