Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Timur Manurung Catatkan Rekor Gubah Lagu Etnik dan Kidung Persembahan

* Ratusan Hektar Lahan Pertanian dan Perkebunan Terendam
- Senin, 26 November 2018 20:05 WIB
269 view
Timur Manurung Catatkan Rekor Gubah Lagu Etnik dan Kidung Persembahan
SIB/Armentoni Munthe
Kutacane (SIB) -Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) sepekan belakangan ini,sehingga debit air dari hulu sungai meningkat,menyebabkan tanggul Sungai Lawe Hijo jebol  sepanjang 15 meter.

Hal itu mengakibatnya tiga desa di Kecamatan Bambel, banjir, Sabtu (24/11).

Ketiga desa (kute) yang terendam banjir dengan  ketinggian air mencapai 50 Cm tersebut masing-masing Kute Lawe Hijo,Kuning I dan Kute Rikit,bahkan luapan sungai Lawe Hijo sempat menggenangi ruas jalan nasional Kutacane-Medan,tepatnya di Kute Kuning I.

Banjir yang terjadi pada malam hari tersebut sempat membuat warga tiga Kute panik.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Aceh Tenggara,Ramisin Selian kepada  SIB Minggu (25/11) mengatakan,sebelum  Sungai Lawe Hijau meluap dan merendam tiga kute di Kecamatan Bambel,Sabtu (24/11) sekira pukul 15:00 WIB,Bupati Aceh Tenggara Drs  Raidin Pinim  MAP beserta Kepala BPBD dan Plt Camat Bambel dan pihak terkait lainnya,sempat meninjau tanggul jebol di sungai Lawe Hijo.

Usai melihat tanggul jebol,saat itu juga Bupati Raidin Pinim memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Aceh Tenggara terkait agar mendatangkan alat berat menghindari dan meminimalisir terjadinya banjir yang lebih parah lagi,akibat tingginya curah hujan belakangan ini.

Banjir yang merendam tiga kute itu bukan hanya karena tanggul jebol,melainkan karena meluapnya arus sungai Lawe hijau akibat tingginya sedimen material yang dibawa sungai,sehingga tidak mampu menampung debit air.

Kepada warga tiga Kute yang terdampak banjir,Bupati Raidin Pinim, mengingatkan agar warga di daerah rawan banjir maupun warga di wilayah kecamatan lainnya,lebih waspada dan selalu siaga,karena tingginya curah hujan bisa saja menyebabkan terjadinya banjir susulan yang lebih parah lagi.

Selain di Kecamatan Bambel, banjir juga menyebabkan ratusan hektar lahan pertanian dan perkebunan warga Kute Langlang,Meranti dan Kute Titi Mas serta Kute Lawe Sumur Kecamatan Babul Rahmah terendam dan mengakibatkan jalan desa terputus,karena luapan sungai Alas.

 Informasi diterima  SIB dari warga setempat,puluhan hektar lahan pertanian dan perkebunan warga di Kute Langlang dan Kute Meranti Kecamatan babul Rahmah, digerus air sungai Alas.Demikian juga dengan lahan warga di kute lainnya yang  terendam.Warga setempat berharap agar Pemkab segera membangun kembali tembok penahan tebing,untuk mengamankan kute yang berdekatan dengan lokasi hantaman banjir itu. (DIK-AM/c)
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru