Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Kemenkumham akan Benahi Rutan Kabanjahe

Redaksi - Sabtu, 15 Februari 2020 16:57 WIB
122 view
Kemenkumham akan Benahi Rutan Kabanjahe
liputan6.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sumatera Utara, kini tengah memfokuskan pembenahan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Kabanjahe yang terbakar akibat kericuhan pada Rabu (12/2).

Humas Kemenkumham Sumut Josua Ginting mengatakan, pembenahan Rutan dilakukan untuk segera menempatkan kembali 410 warga binaan dan tahanan yang dititipkan di beberapa lapas di Sumut, Polresta dan Polsek Tanah Karo.

"Kita akan melakukan pembenahan kantor Rutan Kabanjahe terlebih dahulu. Setelah memungkinkan, para binaan dan tahanan ditampung lalu kita bina lagi," kata Josua saat dihubungi wartawan, Kamis (13/2).

Dikatakannya, kebakaran di Rutan Kabanjahe mencapai 50 persen, terutama di bagian kantor dan hunian blok tahanan wanita. "Akibat kejadian ini ada kerugian negara. Tetapi kita harus jelas dulu kedudukannya apa sebabnya. Polisi juga sudah menangani soal ini. Saya juga belum ada rincian kerugian, karena tim ahli yang untuk menghitung belum datang," ujar Josua.

Josua menambahkan sebanyak 191 warga binaan dan tahanan Rutan Klas II B Kabanjahe dipindahkan kelima Rutan dan Lapas yang ada di Sumut, langsung malam hari pasca kejadian. Di Lapas Kelas I Medan 4 orang, Lapas Binjai 61 orang, Lapas Pemuda Kabupaten Langkat 76 orang, Rutan Sidikalang 34 orang dan Lapas Wanita Medan 16 orang.

Ia mengungkap jumlah seluruh penghuni Rutan Kabanjahe 410 orang dengan perincian Napi pria 188 orang dan Napi wanita 16 orang. Sedangkan jumlah tahanan pria sebanyak 192 orang dan tahanan wanita sebanyak 14 orang.

"Jumlah tahanan dan napi yang sedang disidik Polres Karo dan Polda Sumut 20 orang. Tahanan yang dipindahkan sementara ke Polres Karo dan Polsek 198 orang dan 1 orang dirawat di RSU Kabanjahe," terangnya.

Josua Ginting mengaku Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut Sutrisman bersama Kadiv Pemasyarakatan serta jajaran lainnya sudah berkunjung ke Rutan Kabanjahe dan berkoordinasi dengan kepolisian. Pihaknya juga menunggu hasil penyelidikan terkait penyebab kericuhan.

Menurutnya, kericuhan diduga berawal karena warga binaan tersebut tidak mau dirazia. Padahal, kegiatan razia rutin dilakukan di semua Rutan dan Lapas di Sumut.

"Mereka (warga binaan) tidak senang dirazia. Mungkin terusik. Padahal itu kewajiban sipir melaksanakan tugas. Begitupun, kita masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Josua. (M14/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru