Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Arie Prasetyo: Anggaran BPODT Tahun 2020 Masih Diblokir

Redaksi - Senin, 17 Februari 2020 15:28 WIB
223 view
Arie Prasetyo: Anggaran BPODT Tahun 2020 Masih Diblokir
Foto SIB/Linggom Parhusip
PAPARAN: Dirut BPODT Arie Prasetyo memaparkan progress pencapaian kinerja dan program BPODT tahun 2020 di depan rombongan Komisi X DPR RI dan 8 perwakilan pemerintah daerah se-kawasan Danau Toba, Kamis (14/2) lalu di Inna Hotel Parapat Kecamatan
Parapat (SIB)
Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo memaparkan pencapaian pembangunan pariwisata super prioritas Danau Toba sejak dibentuk Nopember 2016 hingga program tahun 2020, di depan rombongan Komisi X DPR RI dan 8 perwakilan pemerintah daerah sekawasan Danau Toba, Kamis (18/2), di Parapat.

Ari Prasetyo menyampaikan, sejak BPODT dibentuk pemerintah pusat Nopember 2016 untuk mengembangkan pariwisata super prioritas Danau Toba, telah berhasil mengembangkan Bandara Silangit menjadi bandara internasional agar wistawan dari Singapura dan Malaysia sebagai pasar pariwisata terdekat dengan jarak tempuh antara 30 menit hingga satu jam dapat berkunjung ke Danau Toba.

Pada tahun 2018, Menteri Perhubungan telah meluncurkan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ihan Batak dan menambah KMP Pora-Pora sebagai pengembangan pariwisata bidang transportasi. Tahun 2019, Danau Toba telah diterima sebagai anggota Global Unesco Geopark dan acara serimoni akan ditetapkan April 2020 mendatang.

Dalam bidang industri dan kelembagaan, kata Arie, pihaknya telah melakukan traning atau pelatihan-pelatihan kepada pelaku wisata dan memberikan kursus Bahasa Inggris di desa melalui kerjasama dengan institusi dan memberikan beasiswa kepada siswa SMA sekawasan Danau Toba melanjutkan pendidikan ke universitas.

"Tahun 2016-2019 ratingnya untuk infrastruktur, maka untuk tahun 2020 BPODT akan masuk pada fasilitas pariwisata. Jadi, tidak lagi membicarakannya walaupun infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan dan sebagainya masih proses pengerjaan," kata Arie.

Arie mengatakan, program BPODT untuk tahun 2020 untuk merapikan dan mengupgrading wisata atraksi, membangun Huta Siallagan Kabupaten Samosir dengan arsitek berkelas internasional, pembangunan Kampung Ulos di Hutaraja Samosir, pembangunan tempat wisata Pusuk Buhit Pangururan dan atraksi wisata lainnya.

Arie melanjutkan, program tahun 2020, pihaknya juga telah bekerjasama dengan 6 investor untuk membangun hotel bintang 4 dan 5 dengan 308 kamar, rumah sakit, lapangan golf dan taman bermain terbuka di zona otorita Kaldera Toba Sibisa Kabupaten Toba Samosir, di atas lahan seluas 386 hektare.

Dikatakannya, anggaran BPODT untuk tahun 2020 sebesar Rp 140 miliar untuk mengembangkan Kaldera Toba Ressort Sibisa yakni, pembangunan gerbang gapura, pagar, instalasi pemadam kebakaran, pembangunan fasilitas pendukung instalasi air, limbah, penangkal petir, saluran drainase, jalan penghubung di zona otorita, spot wisata dan lampu penerangan. Namun anggaran tersebut masih diblokir termasuk Rp 30 miliar untuk ganti untung dampak sosial kepada masyarakat Sibisa. (S12/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru