Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 21 Februari 2026

Kabel Listrik Menjuntai Rendah Ancam Keselamatan Warga Pondok Bungur

Redaksi - Kamis, 20 Februari 2020 23:24 WIB
80 view
 Kabel Listrik Menjuntai Rendah Ancam Keselamatan Warga Pondok Bungur
republika
Ilustrasi
Kisaran (SIB)
Kabel listrik PLN (persero) Kisaran yang menjuntai rendah di Dusun I Desa Pondok Bungur Kecamatan Rawang Panca Arga, Asahan dikeluhkan warga. Pasalnya, ketinggian kabel sebesar tiga jari orang dewasa tersebut menjuntai rendah dari permukaan tanah dapat mengancam keselamatan warga sekitar.

Haris Pradana warga setempat kepada SIB, Rabu (19/2) menerangkan, saat pemasangan sambungan kabel listrik yang disalurkan dari tiang utama ke rumah-rumah warga kondisinya tidak seperti itu. Mungkin karena gesekan rimbunan pohan lambat laun kabel menjadi molor rendah. “Kalau ditanya kapan pastinya menjuntai, saya kurang tau, yang jelas sudah berlangsung selama 2 tahun,” sebut Haris.

Diterangkan, kabel sebesar tiga jari orang dewasa yang terpasang itu memang melintasi perkebunan warga namun tanpa penyangga, sehingga lama kelamaan menjadi rendah hingga berjarak 1,3 meter dari permukaan tanah. Itu sangat membahayakan warga melintas atau warga yang melakukan aktivitas di ladang.

“Saya tidak tau berapa besar tegangan kabel sebesar tiga jari orang dewasa itu, yang jelas kami yang tinggal dekat kabel menjuntai merasa cemas karena kami merasa hal itu sangat berbahaya, apalagi dengan kondisi musim hujan seperti saat ini. Sebagai orang tua merasa was-was saja, kami merasa kuatir saat anak-anak bermain-main tanpa sengaja memegang kabel di lahan kosong yang keberadaannya persis di samping rumah. Warga berharap pihak PLN segera membenahi kabel yang menjuntai tersebut guna menghindarkan hal-hal yang tidak diingini,” harap Haris, pedagang itu.

Pantauan di lapangan, kabel listrik menjuntai rendah tersebut hanya beberapa meter dari samping rumah warga. Kabel yang terpasang memang melintasi kebun-kebun warga sehingga rimbunan pepohonan mengkamuflase kan (seperti tidak terlihat) keberadaan kabel. Dikhawatirkan, gesekan rimbunan pepohonon bisa menyebabkan kabel terkelupas sehingga mengancam keselamatan warga. (A04/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru