Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Warga Liang Melas Pertanyakan Proyek Talud di Lau Siku Belum Tuntas

Redaksi - Senin, 24 Februari 2020 15:52 WIB
229 view
Warga Liang Melas Pertanyakan Proyek Talud di Lau Siku Belum Tuntas
SIB/Mitcha Sebayang
PROYEK:Proyek talud pengaman Lau Siku di jalan penghubung Desa Suka Julu -Kuta Mbaru Punti belum ditimbun. Foto dipetik Minggu (23/2). 
Tanah Karo (SIB)
Warga Desa Liang Melas yang meliputi Desa Suka Julu, Kuta Mbaru dan Desa Batu Mamak Kecamatan Tiga Binanga mempertanyakan proyek talud pengaman Lau Siku di jalan penghubung Desa Suka Julu -Kuta Mbaru Punti yang belum tuntas.

Proyek itu bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang APBD Karo tahun 2019 yang dikerjakan CV M melalui dana APBD Karo Rp 296.999.999. Proyek itu terlihat belum tuntas pengerjaannya. Padahal waktu pelaksanaan proyek tersebut sudah selesai dan masa pemeliharaan 180 hari.

"Kalau pekerjaannya seperti itu kami khawatir proyek itu akan cepat ambruk," tutur warga Kuta Mbaru Punti mengaku marga Kembaran, Minggu (23/2) di warung desa.

Ia menyampaikan minimnya pengawasan menyebabkan sejumlah pekerjaan pembangunan infrastruktur cenderung tidak sesuai harapan, atau terkesan asal jadi. Pasalnya, waktu pelaksanaan proyek tersebut sudah selesai namun sampai saat ini belum ada penimbunan talud tersebut rata dengan badan jalan, ujarnya.

Dikatakannya, akibat proyek tersebut belum ditimbun badan jalan menjadi sempit. Selain itu, jalan itu sangat curam dengan ketinggian mencapai 30 meter lebih ke Lau Siku. Warga berharap kepada dinas terkait dan pihak rekanan agar secepatnya menuntaskan proyek itu sehingga lalu lintas menjadi lancar, katanya.

Terkait proyek talud yang belum tuntas pengerjaannya tersebut ketika Kabid Bina Marga Karo Mitcon Purba dihubungi, Rabu (29/1) kemarin pada kegiatan reses anggota DPRD Karo di Jambur Desa Juhar Tarigan menyebutkan sudah menyampaikan kepada pihak rekanan. Dikatakannya, saat ini pihak rekanan sedang berada di Bandung. (K03/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru