Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Jalan ke Desa Rambah Tampu Lau Baleng Nyaris Putus

Redaksi - Selasa, 25 Februari 2020 16:36 WIB
282 view
 Jalan ke Desa Rambah Tampu Lau Baleng Nyaris Putus
SIB/Theopilus Sinulaki
NYARIS PUTUS: Jalan Rambah Tampu nyaris terputus akibat tergerus air. Foto dipetik Minggu (23/2). 
Tanah Karo (SIB)
Jalan ke Desa Rambah Tampu Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Karo nyaris putus. Kerusakan jalan itu disebabkan saat hujan air mengalir di bahu jalan, karena drainase yang ada hanya beberapa meter bahkan saat ini sudah rusak.

Pantauan SIB, Minggu (23/2), terlihat kondisi jalan sangat memprihatinkan. Selain aspal banyak yang terkelupas juga beberapa badan jalan nyaris terputus akibat terjangan air yang mengalir deras dari Desa Buluh Pancur beberapa waktu lalu. Badan jalan akhirnya terlihat sempit, karena di sisi kiri dan kanan badan jalan terdapat saluran air yang kedalamannya mencapai 1- 2 meter.

Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, apalagi pada saat malam hari, rawan kecelakaan.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Desa Rambah Tampu Adrianto Peranginangin saat dihubungi SIB melalui selulernya, Minggu (23/2).

Menurutnya, sepanjang 1,5 Km jalan Rambah Tampu dari Desa Buluh Pancur kondisinya rusak. Penyebab kerusakan itu karena setiap hujan turun, air meluap ke bahu jalan. Bahkan belakangan ini, banjir kiriman datang dari perladangan dan pemukiman warga Desa Buluh Pancur. Sehingga arus air melewati lapangan bola hingga mengalir sepanjang badan jalan ke Rambah Tampu.

"Saat curah hujan tinggi, ruas jalan ke Rambah Tampu sulit dilalui kendaraan bermotor, pasalnya arus air cukup deras dari arah Buluh Pancur sampai menggerus beram jalan, bahkan sebagian drainase tertutup bebatuan sehingga air mengalir ke bahu jalan," ungkap kepala desa.

Adrianto Peranginangin berharap agar kerusakan tersebut dapat menjadi perhatian Pemkab Karo.

Termasuk solusi pengalihan air hujan yang belakangan telah menjadi kegelisahan warga. Karena setiap hujan turun dengan deras, volume air yang mengalir dari Buluh Pancur tidak tertampung parit, sehingga meluber ke badan jalan, katanya. (K01/q)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru