Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

160 Kasus Gigitan HPR di Pematangsiantar

Redaksi - Selasa, 05 Januari 2021 20:29 WIB
389 view
160 Kasus Gigitan HPR di Pematangsiantar
Antara
Beberapa petugas berupaya menjinakkan anjing milik warga saat vaksinasi anti rabies pada puncak peringatan Hari Rabies Sedunia di Desa Ungasan, Kuta, Bali, Jumat (29/10). 
Pematangsiantar (SIB)
Berdasarkan data Dinas Kesehatan dari Januari sampai dengan Desember 2020, sebanyak 160 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kota Pematangsiantar.Hal itu dikatakan Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) melalui Pengelola DBD dan Rabies Dinas Kesehatan Lasmaria Siahaan SKM MKes kepada SIB, Senin (4/1).

Dikatakannya, data tersebut diperoleh atas laporan 19 Puskesmas dan Puskesmas pembantu (Pustu) yang ada di Kota Pematangsiantar.

"Adapun upaya pihaknya dalam menangani kasus tersebut, dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat," katanya.
Lasmaria menambahkan, kalau digigit hewan penular rabies, segeralah melakukan cuci pakai sabun di bawah air mengalir selama 15 menit baru dikasih antiseptik maupun obat anti nyeri dan untuk mengetahui hewan (anjing) positif rabies harus dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Adapun ciri-ciri hewan penular rabies antaralain tidak mau makan, keluar lendir, tiba-tiba mau nerkam dengan ekor melingkar ke bawah," ujarnya. (S09/d)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru