Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Kapal Wisata di Danau Toba Selayaknya Miliki Radio Marine Frekuensi

Redaksi - Sabtu, 30 Januari 2021 13:35 WIB
350 view
Kapal Wisata di Danau Toba Selayaknya Miliki Radio Marine Frekuensi
Foto SIB/Linggom Parhusip
DISKUSI: Para pelaku Perkapalan Danau Toba dan Kabid Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kesyahbandaran Utama Belawan Rajuma Subarani dan Kepala Angkutan Danau Penyeberangan (ADP) TB Simajuntak ketika berdiskusi di Parapat Kecamatan Girsang Sipang
Parapat (SIB)
Seluruh kapal wisata yang beroperasi di perairan Danau Toba sudah selayaknya memiliki radio marine frekuensi, agar seluruh awak kapal dapat menerima informasi dan berkomunikasi pada chanel radio yang sama dan terhubung dengan radio yang di miliki Badan SAR dan Polisi (Polairud).

Demikian disampaikan pelaku wisata kapal tradisional Danau Toba marga Sitio dan Siallagan ketika bincang-bincang bersama Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kesyahbandaran Utama Belawan. Rajuma Subarani dan Kepala Angkutan Danau Penyeberangan (ADP) TB Simajuntak di Parapat, Jumat (29/1).

Sitio dan Siallagan menyampaikan, hingga saat ini para pemilik kapal tradisional yang beroperasi di perairan Danau Toba belum memiliki radio marine frekuensi dengan satu chanel radio yang dapat terhubung dengan seluruh kapal yang beroperasi di perairan Danau Toba khususnya dengan Badan SAR, Polairud dan instansi pemerintah lainnya untuk penyampaian informasi kenyamanan, keamanan dan keselamatan ketika berlayar di Danau Toba.

Sitio mengakui, selama beroperasi membawa para wisatawan untuk berkeliling di Danau Toba, ia masih menggunakan radio lokal dan menyampaikan informasi melalui seluler pribadi."Ya, kami membutuhkan radio marine fkrekuensi agar seluruh kapal dan instansi pemerintahan mendengarkan informasi bila terjadi sesuatu pada saat berlayar di Danau Toba agar bantuan segera datang," kata Sitio dan Siallagan

Sementara itu Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kesyahbandaran Utama Belawan Rajuma Subarani didampingi Kepala Angkutan Danau Penyeberangan (ADP) TB Simajuntak mengakui sekira 300 kapal wisata yang beroperasi di perairan Danau Toba belum memiliki radio marine frekuensi yang selayaknya sudah dimiliki seluruh kapal agar penyampaian informasi melalui radio lebih efektif.

"Sudah sepantasnya kapal-kapal memiliki radio marine frekuensi dengan satu chanel radio agar seluruh kapal dapat mendengar informasi untuk mengetahui posisi kapal, apa yang telah terjadi sehingga kapal-kapal yang berdekatan dengan kapal tersebut dapat segera memberikan bantuan atau pertolongan bila sesuatu terjadi," ujar Rajuma.

Dirinya menyampaikan agar Organisasi Perkapalan di Danau Toba dapat mengajukan permohonan dan pengadaan radio marine frekuensi kepada pemerintah demi keselamatan dan kenyamanan pelayaran di Danau Toba. (S12/f)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru