Binjai (SIB)
Kalangan ibu dari lintas etnis bergerak bersama membangkitkan Usaha Menengah Kecil (UMK) Penenun Tradisional "Uis Karo".
Hal itu terungkap saat Wartawan SIB mendatangi lokasi pertenunan dan pelatihan, Senin (18/10) di Jalan T Umar, Gang Jambu, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara.
Lokasi pembuatan sekaligus pelatihan penenun tradisional Uis Karo yang tergabung dalam "Sanggar Karya Bunda" tergolong unik karena tempatnya di perladangan coklat.
Komunitas yang baru berdiri sekitar sebulan itu belum memiliki tempat yang layak untuk mereka.
Namun, bermodalkan kemauan dan niat yang kuat, mereka akhirnya menjadikan lahan kosong yang hanya ditumbuhi beberapa Pohon Coklat milik salah seorang penenun, sebagai tempat pembuatan sekaligus sebagai tempat latihan bagi warga yang ingin belajar membuat Uis Karo secara tradisional.
Saat ditemui di lokasi tersebut, tampak beberapa penenun yang didominasi kaum wanita ini, mengerjakan hasil tenunannya dengan menggunakan alat tradisional.
Bahkan, beberapa wanita yang masih berusia belia, juga tampak tekun belajar untuk membuat kain tradisional Uis Karo.
Menurut Ketua Sanggar Karya Bunda, Ade Fitri, saat ditemui di lokasi mengatakan, lokasi tersebut baru sekitar sebulan dibuat. Sedangkan Sanggar Karya Bunda merupakan bagian dari Kelompok Penenun Uis Tradisional Karya Bunda yang diketuainya, serta merupakan binaan Dinas Tenaga Kerja Perdagangan dan Perindustrian (Disnaker Perindag) Kota Binjai.
"Alhamdulillah... Ini sebagai bukti bahwa kami ada di Kota Binjai. Walau tempatnya menurut kami tidak layak, namun dengan kemauan serta niat yang ikhlas untuk memberikan pelatihan bagi mereka yang mempunyai kemauan untuk belajar, InsyaAllah kami akan terus berjalan," ungkap Ade Fitri.
Dikatakannya saat ini yang belajar menenun Uis Karo di Sanggar Karya Bunda ada sekitar 20 orang yang umumnya adalah wanita berusia remaja.
Wanita berhijab itu juga berharap agar Pemerintah Daerah juga dapat memperhatikan Kelompok maupun Sanggar Karya Bunda.
"Mewakili teman teman serta adik adik kita yang sedang belajar menenun, kami juga berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kota Binjai. Kami juga berterima kasih kepada Disnaker Perindag Kota Binjai, yang telah bersedia membimbing kami sebagai binaannya," urai Ade Fitri, sembari memohon doa dan dukungan dan masyarakat, khususnya warga Binjai.
Sementara itu, Kepala Seksi Logam Mesin Elektronika dan Alat Angkut (Kasi LMEA) Wiwin Ismanto, yang tampak hadir dilokasi mengatakan, dirinya mewakili Disnaker Perindag Kota Binjai untuk melihat Sanggar Karya Bunda, yang merupakan binaan Instansinya.
"Sebagai binaan, kedatangan saya kesini untuk melihat kegiatan mereka. Miris memang melihat lokasi mereka ini. Tidak ada penerangan serta berada di lokasi yang boleh dibilang adalah ladang. Ternyata memang benar, walau beratapkan langit dan beralaskan tanah, namun mereka mempunyai kemauan dan tekad untuk terus belajar guna melestarikan hasil tenunan mereka dengan alat tradisional," ungkap Wiwin Ismanto.
Ia juga menambahkan, dari hasil kunjungannya itu, nantinya akan segera dilaporkan langsung kepada atasannya.
"Karena memang sangat layak untuk dibantu dan diperhatikan. Sebab mereka melestarikan tenunan tradisional Uis Karo," urainya.
Niat serta tekad dan kemauan yang kuat dari para Penenun maupun yang sedang belajar membuat kain tradisional Uis Karo ini ternyata diapresiasi oleh Ketua Wanita Unggulan Binjai (WUBI) Kota Binjai, Rini Riswani.
Terbukti, di tengah kesibukan para penenun membuat kain tradisional Uis Karo, Rini Riswani tampak datang ke lokasi yang berada di tengah perladangan itu.
"Kedatangan saya kesini memang khusus untuk melihat mereka. Setelah saya melihat, saya yakin bahwa mereka (Sanggar Karya Bunda) memang ada dan layak untuk dibantu," urai Rini.
Sebagai Ketua WUBI Kota Binjai, wanita berkacamata ini juga berjanji akan membantu memperkenalkan Sanggar Karya Bunda kepada rekan rekannya.
"Saya harap Pemerintah Kota Binjai dapat memperhatikan mereka. Mereka ada dan nyata dan ini benar benar karya nyata. Saya bangga kepada mereka. Sebab ditengah modernisasi yang semuanya banyak dikerjakan dengan tenaga mesin, namun mereka hingga saat ini masih mempertahankan alat tenun tradisional," beber Rini Riswani.
Diakhir kunjungannya, Ketua WUBI Kota Binjai ini mengaku meapresiasi Sanggar Karya Bunda. "Walau beratapkan langit dan beralaskan tanah, namun tidak mengurangi semangat mereka untuk terus berkreasi. Apresiasi buat mereka yang mau mengajari adik adiknya menenun Uis Karo sebagai regenerasi," demikian kata Rini Riswani. (A6/c)