Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Target Belum Tercapai, Balitbang Pemko Medan Kumpulkan Lintas Sektor Bahas Kasus TBC

Redaksi - Selasa, 09 November 2021 18:40 WIB
533 view
Target Belum Tercapai, Balitbang Pemko Medan Kumpulkan Lintas Sektor Bahas Kasus TBC
(Foto harianSIB.com/Leo Bukit)
FOTO BERSAMA: Kepala Balitbang Pemko Medan Irwan Ritonga didampingi Ketua Pokja Jaringan Penelitian dan Pengembangan Bidang kesehatan Balitbang Pemko Medan Dr Zulfendri SSos MKes, Technical Officer YKI Sumut dr Eva Oktavia K Simatupang
Medan (harianSIB.com)
Badan Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Kota Medan (Balitbang Pemko Medan) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Medan dan Yayasan KNCV Indonesia (YKI) melakukan pertemuan dengan lintas sektor guna membahas kasus tuberkulosis (TBC) di Aula Lantai II, Kantor Wali Kota Medan, Selasa (9/11/2021).

Kepala Balitbang Pemko Medan Irwan Ritonga mengatakan, pertemuan tersebut membahas TBC, dimana pemerintah pusat mencanangkan untuk eliminasi TBC tahun 2030. Oleh karena itu, Pemko Medan meminta masukan langkah-langkah eliminasi TBC tahun 2030 dari lintas sektor seperti dinas kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, universitas yang memiliki fakultas kedokteran, dan lainnya.

"Dari hasil pertemuan ini nanti kita rumuskan langkah-langkah apa yang akan kita tempuh dalam hal eliminasi itu," katanya didampingi Ketua Pokja Jaringan Penelitian dan Pengembangan Bidang kesehatan Balitbang Pemko Medan Dr Zulfendri SSos MKes kepada harianSIB.com.

Zulfendri menambahkan komitmen lintas sektor tersebut dalam penanggulangan secara bersama-sama sangat diperlukan. Sebab, permasalahan TBC ini tentu tidak hanya masalah pemerintah daerah saja, tetapi semua masyarakat bertanggungjawab. "Karena apa, perkembangan dan penanggulangan penyakit ini juga terkena masyarakat, tentu tanggung jawab masyarakat," ujarnya.

Ia meminta berdayakan kader-kader yang lama, sebab sudah banyak kader-kader sebelumnya. "Kemudian, jangan karena projek program ini semuanya terlaksana. Projek habis, pelaksanaan program pun langsung hilang. Tapi bagaimana menciptakan program ini berkesinambungan dan terus berjalan," pintanya.

Sementara itu narasumber dari Dinkes Medan, Edi Yusuf SKM MKM mengatakan pertemuan ini merupakan kegiatan multisektor yang SK timnya sudah ditandatangani oleh Wali Kota Medan di tahun 2021 ini. "SK multisektor ini melibatkan OPD, ASN, perguruan tinggi dan swasta bersama-sama bersinergi terpadu dan terintegrasi untuk melakukan eliminasi TB tahun 2030," tuturnya.

Dari pertemuan tersebut, ia mengatakan Balitbang akan merumuskan satu judul penelitian yang tepat sehingga tahun 2022 penelitian tentang TBC dapat dilakukan dengan baik. Ia juga menjelaskan gambaran kasus TBC di Medan terjadi penurunan tiga tahun terakhir ini, salah satunya disebabkan oleh pandemi Covid-19.

"Karena dalam pendemi Covid-19 ini kegiatannya sangat terbatas dan investigasi ke kontak itu sangat sulit atau sedikit sekali. Saat ini jumlah kasus TBC sebanyak 3.200 dari target 18 ribuan yang harus ditemukan, sedangkan tahun 2018 ada delapan ribuan kasus. Artinya ada penurunan drastis dan penemuan yang sangat rendah," sebutnya.

Namun, lebih lanjut ia mengatakan apakah penurunan ini memang kasus menurun atau karena faktor lain ini akan menjadi penelitian pihaknya. Menurutnya, masyarakat tentang TBC saat ini masih rendah kesadarannya untuk memeriksakan diri.

"Sehingga, sangat perlu edukasi dan promosi agar masyarakat sadar bahwa penyakit TBC ini penyakit menular. Kalau dia tidak mau berobat, maka akan dapat menularkan ke keluarga, tetangga dan juga teman-temannya," ujarnya didampingi Technical Officer YKI Sumut dr Eva Oktavia K Simatupang SpKKLP. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru