Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 28 Mei 2026

Goa Singirngir di Huta Repa Simalungun Penuh dengan Keajaiban Alam

Redaksi - Kamis, 25 November 2021 19:56 WIB
1.310 view
Goa Singirngir di Huta Repa Simalungun Penuh dengan Keajaiban Alam
(Foto: Dok/R Sinaga)
Pemandangan alam di dalam Goa Singir-ngir yang berada di perbukitan Huta Repa Kelurahan Sipolha Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun dipenuhi bebatuan yang unik, Selasa (23/11). 
Simalungun (SIB)
Goa Singirngir (Goa Mimpi) yang terletak di perbukitan Huta Repa Kelurahan Sipolha Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun penuh dengan keajaiban alam yang jarang ditemui.

Saat ditelusuri SIB, Selasa (23/11) dengan menggunakan kapal Solu milik masyarakat dari Huta Baringin menuju Huta Repa sepanjang kurang lebih 6 kilometer dengan biaya Rp 100.000 per orang.

Setelah sampai di Huta Repa langsung menemui warga untuk menunjuk jalan menuju Goa Singirngir dan menghabiskan waktu sekitar 45 menit berjalan kaki melalui perbukitan Huta Repa, terlihat Goa Singirngir benar-benar menakjubkan.

Pasalnya, meskipun lelah dan capek, semua terbayarkan saat kita berada di dalam Goa. Walaupun harus dibantu lampu penerang karena keadaan Goa sangat gelap, pengunjung disuguhkan banyak batu-batu gantung yang berbentuk patung dan juga dinding saat difoto memancarkan cahaya yang berwarna hijau dengan suhu di dalam Goa juga cukup dingin.

Selain itu, ada dua arah terowongan ekstrim menuju ke bawah yang diyakini bisa tembus ke Nagori Sihaporas melalui Goa Singirngir, serta batu gantung yang ketika dipukul mengeluarkan bunyi seperti gong yang sangat nyaring didengarkan.

Terpisah, Anton Manik salah satu warga ketika ditemui SIB, Selasa (23/11) di Huta Reva menuturkan, keberadaan Goa tersebut diketahui masyarakat setelah para orang tua yang telah meninggal datang ke mimpi dan menyatakan kalau ada Goa peninggalan sejarah di perbukitan Huta Repa.

Karena penasaran dengan mimpi itu, masyarakat berjalan kaki menyusuri perbukitan. Setelah menghabiskan waktu hanya beberapa jam saja, masyarakat Repa menemukan Goa tersebut dengan keadaan semak belukar, karena telah lama tidak dilestarikan. "Itulah kenapa disebut Goa Mimpi," kata Anton.

Selain itu, Manik mengaku masih banyak kisah yang belum bisa disampaikan terkait Goa Singir-ngir ini. Salah satunya kalau kita masuk ke dalam Goa dan menelusuri hingga ke bawah, bisa tembus ke Nagori Sihaporas sesuai cerita dari para orang tua kita terdahulu, katanya.

Kata Anton lagi, di dalam Goa terlihat gambar sepasang suami istri dan satu anak gadis serta satu ekor burung gagak dipercaya penghuni Goa Singirngir serta batu gantung yang bisa mengeluarkan bunyi seperti suara gong ketika dipukul.

Jadi memang terkesan sakral. Namun ketika kita berkunjung ke Goa tersebut, harus sopan dan tidak boleh sembarangan.

"Kalau jarak dari pemukiman ke lokasi Goa Singirngir itu sekitar 1,5 kilometer dan harus berjalan kaki, karena kondisi jalan perbukitan," kata Anton.

Diakuinya pada tahun 1998, salah satu orang Bule mencoba menelusuri hingga ke bawah Goa dengan peralatan yang memadai dan hanya mampu sampai di kedalaman 30 meter saja.

"Kalau dari pengakuannya, di bawah Goa dia menemukan kolam kecil yang diyakini tempat mandi penghuni Goa dan juga di dinding gambar suami-istri dan satu anak gadis. Bahkan saat kembali ke atas, Bule tersebut membawa tengkorak yang dikumpulnya saat menelusuri Goa hingga ke bawah dengan kedalaman 30 meter," ungkapnya.

Hal inilah yang merupakan salah satu fakta yang masih bisa kita dapatkan dari situs sejarah kita ini, dan masih banyak lagi misteri yang belum terungkap di dalam Goa tersebut, sebelum kita memiliki alat yang memadai untuk bisa melihat langsung ke dalam Goa.

Anton mengaku, pihaknya ingin tetap melestarikan dan membenahi situs sejarah yang dimiliki daerah Repa. Namun karena keterbatasan dana, pihaknya hanya mampu membersihkan jalan menuju Goa. "Jadi ke depan kalau ada anggaran kita akan buat lampu-lampu berwarna, serta ketersediaan oksigen di dalam Goa," ungkapnya.

Namun meski demikian, Anton berharap pemerintah bisa melirik situs sejarah ini dan membantu masyarakat agar dikunjungi banyak orang, kata Anton seraya mengatakan beberapa artis Batak seperti Tongam Sirait dan Magdalena Simentel-mentel telah mengunjungi Goa Singirngir. (D10/c)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru