Medan (harianSIB.com)
Wali Kota Medan Bobby Nasution melantik dr Syamsul Arifin Nasution sebagai Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, di Kantor Wali Kota Medan, Jumat (31/12/2021).
Usai dilantik, Syamsul mengatakan tugas awal yang akan dilakukan yaitu membenahi pelayanan kesehatan di rumah sakit bersejarah tersebut. Juga akan meningkatkan semangat kinerja para pegawai agar dapat seiring dengan pemberian pelayanan terbaik bagi pasien.
"Banyak yang mau kita benahi. Pertama di awal kerja saya, pelayanan dulu kita perbaiki, kemudian infrastruktur rumah sakit yang sudah tua. Seiring itu, kita juga akan meningkatkan semangat kinerja para pegawai yang sempat kendor, kita akan tingkatkan lagi," katanya, Senin (3/1/2022).
Ia menyampaikan amanahnya sebagai direktur utama akan diembannya sebaik-baiknya. Ia akan berusaha membuat rumah sakit yang pernah menjadi primadona di Medan itu kembali menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
"Saya akan berusaha agar rumah sakit ini tetap menjadi pusat rujukan. Tujuannya nanti pasien BPJS dikembalikan lagi ke rumah sakit, terutama pasien BPJS tidak mampu. Kita tingkatkan lagi pelayanan. RS Pirngadi ini memang harus diperbaiki lagi, banyak sekali yang harus memang dipebaiki. Semoga rumah sakit ini dapat kembali ramai seperti sedia kala," tegasnya.
Dokter spesialis kandungan ini menyebut Bobby Nasution menyampaikan beberapa pesan kepadanya, antara lain harus mampu meningkatkan kembali pelayanan rumah sakit, meningkatkan semangat kinerja pegawai dan lainnya.
"Meski banyak yang harus dilakukan dalam membenahi rumah sakit ini, saya harus semangat seperti yang dipesankan bapak Bobby, seperti meningkatkan kembali pelayanan rumah sakit, meningkatkan semangat kinerja pegawai sehingga image buruk yang kini masih melekat di masyarakat dapat hilang," ucapnya.
Untuk dapat bersaing di tengah pertumbuhan rumah sakit di Medan, ia menyebutkan akan mengunggulkan sejumlah pelayanan kesehatan di antaranya, onkologi, hemodialisa (pelayanan cuci darah) dan fisioterapi.
"Menambah alat-alat baru juga menjadi konsen saya, karena alat kesehatan kita sudah banyak yang ketinggalan. Inilah kita harapkan bantuan pengadaan alat kesehatan dan APBD dan dana DAK," ujarnya.
Ia memiliki rencana memperbaiki tampilan depan rumah sakit untuk menciptakan dampak positif. Jika tampilannya baru, sudah pasti menimbulkan kenyamanan sehingga akan banyak masyarakat yang mau berobat ke rumah sakit yang sudah ada sejak zaman Belanda itu. (*)