Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Komisi HIV-AIDS GBKP Komit-Fokus Cegah-Tangkal Judi dan Narkoba di Karo

* Masty Pencawan: Tolak Narkoba-Judi, Perlu Kolaborasi Lintas Tokoh Masyarakat
Redaksi - Sabtu, 15 Januari 2022 13:46 WIB
1.028 view
Komisi HIV-AIDS GBKP Komit-Fokus Cegah-Tangkal Judi dan Narkoba di Karo
twitter GBKP
Ilustrasi GBKP
Medan (SIB)
Ketua Komisi AIDS-NAPZA di GBKP, Pdt Masada Sinukaban MSi menyatakan pihaknya tetap berkomitmen dan fokus untuk mendorong dan mengajak segenap warga daerah Karo, khususnya para generasi muda untuk terus menggalang kekuatan dan kebersamaan menolak dan tangkal peredaran serta penyalahgunaan narkoba, main judi, konsumsi miras dan sebagainya.

"Masyarakat atau warga Karo, dengan dukungan para tokoh masyarakat dari unsur tokoh adat, tokoh agama termasuk tokoh gereja) bahkan kaum muda serta ibu-ibu atau emak-emak, punya peran penting secara individu maupun organisasi dalam pencegahan dan pemberantasan judi dan narkoba. Kita juga wajib mengawal aparat polisi atau Pemda agar penyakit masyarakat (pekat) di Karo ini bisa hilang minimal berkurang terus," ujar Masada kepada pers, Kamis (13/1).

Melalui hubungan seluler dari Kabanjahe, Masada memaparkan hal itu ketika menunjukkan sejumlah laporan warga berupa postingan (chat-WA) yang mengeluhkan maraknya kembali praktik judi di beberapa lokasi di sekitar kota Kabanjahe seperti sekitar Simpang Bunuraya dan Pasangburu. Dengan sandi 'Ego cair man pendear-pendekar ndai', laporan publik via postingan dan WA juga meluas tentang terjadinya praktik korupsi ADD di beberapa desa di daerah itu.

Komitmen Masada melalui Komisi HIV-NAPZA GBKP itu didukung sejumlah tokoh masyarakat Karo di Medan seperti Drs Masty Pencawan MPA dari Yayasan Pencegahan Dini Penyalahgunaan Narkoba (YPDPN) Medan, Dana Barus SH (praktisi hukum) dan Drs Sarjani Tarigan MSp, pendiri dan Pengurus Pusat Balai Adat dan Budaya Karo Indonesia (BABKI).

"Untuk cegah-berantas judi di Karo, perlu kolaborasi tindakan membentuk semacam 'super team' dengan rekomendasi 'impeachment' (copot jabatan) terhadap pejabat terkait bila komitmennya (untuk tolak atau berantas judi) tampak kendor atau ingkar," ujar Sarjani.

Hal senada juga dicetuskan Masty Pencawan, bahwa pencegahan dan pemberantasan judi di daerah Karo perlu kolaborasi komitmen dan program aksi selain kolaborasi tokoh masyarakat secara komunitas. Soalnya, dampak dan risiko main atau bisnis judi tidak jauh beda bahkan paralel dengan dampak--risiko konsumsi dan penyalah-gunaan narkoba serta zat-zat adiktif (Napza).

"Ada tiga medium pencegahan judi atau narkoba, yaitu keluarga, sekolah dan gereja. Medium lainnya juga berperan melalui komunitas atau organisasi terkait, tapi tetap dengan kontrol dari delegasi orang tua, tokoh masyarakat atau instansi penegak hukum juga. Medium dan forum pencegahan dengan ancaman sanksi hukum dan sosial ini lebih efektif dibanding aksi demo yang melelahkan dan jarang ada tindak lanjutnya. Kita harapkan terapi ini bisa diterapkan jajaran gereja di Karo, tidak hanya GBKP walau GBKP gereja terbesar," katanya optimis kepada SIB.

Dia juga menyatakan apresisasi pernyataan Ketua Umum Moderamen (pucuk pimpinan) Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pdt Krismas Imanta Barus belum lama ini (SIB 1/12), untuk menindak tegas (pecat) para pendeta atau pelayan gereja yang menjadi agen judi di daerah itu.

Praktisi hukum Dana Barus SH SPKn MKn juga menyatakan praktik dan bisnis judi secara histori maupun potensi adalah musuh masyarakat, dan tidak akan ada orang yang hidup senang oleh judi walaupun peminatnya terus meningkat dari zaman ke zaman, termasuk di daerah Karo.

"Selain karena sudah banyak keluarga yang jadi korban akibat judi, juga karena belum ada aksi terapi nyata oleh berbagai pihak untuk mengikis dan membasmi sarang-sarang judi ini, sudah saatnya dilakukan tindak terapi. Misalnya langsung menjebloskan para pelaku atau bandar (gembong) judi yang tertangkap ke dalam satu sel khusus atau dihukum kerja paksa, supaya 'kapok'," ujar Dana Barus via rilis WA.

Dana Barus, Masty Pencawan dan Sarjani Tarigan, juga berharap dan mendorong jajaran Moderamen GBKP menjadi barisan terdepan menolak-tangkal judi-narkoba, sebagaimana harapan jemaat dan aktivis pada Sinode GBKP pada 15-18 Apri lalu, baik secara organisatoris maupun secara sektoral melalui Komisi HIV-AIDS NAPZA GBKP. (A5/d)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru