Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 28 Maret 2026

8-10 Partai Diprediksi Lolos ke Senayan Pada Pemilu 2024

Redaksi - Senin, 14 Februari 2022 12:49 WIB
470 view
8-10 Partai Diprediksi Lolos ke Senayan Pada Pemilu 2024
Foto:Dok MI
Ilustrasi pemilu.
Jakarta (harianSIB.Com)

Elektablitas Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia saat ini hampir mendekati ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen. Jika Pemilu digelar hari ini, maka elektablitas Partai Gelora sudah mencapai 3,4 persen.

Hal ini terungkap dari hasil survei lembaga survei Trust Indonesia yang dilakukan pada 3-13 Januari 2022 lalu, dengan jumlah responden 1.200 orang dan margin error 2,83 persen.

Direktur Research Trust Indonesia Ahmad Fadhli mengatakan hal itu kepada wartawan, Minggu (13/2/22), di Jakarta sebagaimana dilaporkan jurnalis Koran SIB Jamida P. Habeahan

Dikatakan, jika elektabilitasnya 0,6 persen. maka dengan margin error 2,83 persen, berarti plus minusnya diambil margin error maksimal, yakni 2,83 persen.

Jadi 0,6 persen ditambah 2,83 persen, sehingga bisa diduga bahwa elektabilitas Partai Gelora itu, sebenarnya 3, 4 persen.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengatakan, bahwa Partai Gelora sudah mempunyai proyeksi-proyeksi untuk menghadapi Pemilu 2024.

Namun, proyeksi-proyeksi tersebut masih membutuhkan beberapa ikhtiar yang akan dilakukan ke depan.

Sebab, Partai Gelora tidak ingin masuk Senayan hanya sekedar 5D (Datang, Duduk, Diam, Duit dan Ditangkap).

"Terus terang, Partai Gelora sudah punya proyeksi proyeksi, dan sudah tahu cara untuk menang termasuk cara curang. Tetapi insya Allah, kita nggak akan curang," tegas Fahri.

Karena itu, apabila melihat hasil survei Trust Indonesia sudah sesuai dengan proyeksi-proyeksi yang dibuat Partai Gelora, diprediksi akan ada 8-10 partai yang akan lolos ke Senayan pada Pemilu 2024 mendatang, salah satunya adalah Partai Gelora. Melihat proyeksi-proyeksi dan hasil survei, maka Dewan nanti isinya ada 8-10 partai.

Menurut Fahri, Partai Gelora akan menfaslitasi kehendak rakyat untuk memilih pemimpin yang baik, yang akan membawa angin segar perubahan bagi sistem demokrasi Indonesia.

Sebab, pemilu pada dasarnya adalah sarana untuk mengubah nasib rakyat. Kalau rakyat boleh memilih pemimpinnya di Pemilu karena difasilitasi dengan baik, tentu akan baik juga hasilnya.

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini
menegaskan, bahwa kritik yang disampaikan Partai Gelora terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 pada prinsipnya agar publik mewaspadai adanya 'jebakan demokrasi' yang seolah-olah di ujungnya baik, padahal di depannya ada lubang dan jurang menganga yang sangat dalam.

Oleh sebab itu, sejak awal masyarakat harus membaca jebakan-jebakan demokrasi. Juga mau melakukan kritik, supaya tidak terjebak hal monoton di ujungnya saja, padahal ada jurang yang siap menerkam.

Ditegaskannya, Pemilu adalah isyarat akan adanya demokrasi, bukan jaminan adanya demokrasi. Makanya Pemilu harus dikelola dengan baik agar tidak melahirkan tirani dan otoritarianisme baru.

Dan ini harus menjadi catatan penting untuk merubah nasib rakyat. Dapat ditambahkan, berdasarkan hasil survei Trust Indonesia, saat ini ada tiga partai yang memiliki tren kenaikan, diantaranya PDIP dan Partai Gerindra. Sementara partai lain ada kecenderungan penurunan elektabilitas. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru