Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

Renovasi Gereja GKPS Sihilon Terbengkalai Akibat Tiang PLN

Redaksi - Sabtu, 02 April 2022 19:58 WIB
553 view
Renovasi Gereja GKPS Sihilon Terbengkalai Akibat Tiang PLN
(Foto Dok/S Silalahi)
Tiang PLN: Kondisi tiang PLN yang berjarak hanya 1 meter dengan gereja GKPS Sihilon membuat renovasi gereja menjadi terbengkalai. Foto dipetik  Jumat(1/4).
Bandar Manik (SIB)
Pekerjaan renovasi gedung gereja GKPS Sihilon Resort Nagori Bandarmanik Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun, terbengkalai akibat terhalang tiang travo PLN yang 1 meter dari gedung gereja yang akan direnovasi.

Hal itu diungkapkan pimpinan Majelis GKPS Sihilon St Sahala Silalahi kepada SIB, Jumat(1/4).

Menurutnya, dana pembangunan gereja bersumber dari bantuan dari para donatur. Namun pembangunan tidak bisa berjalan lancar karena terhalang oleh tiang travo PLN. Sehingga para pekerja menjadi kesulitan untuk membangun dan merasa khawatir tersengat aliran listrik.

Sebelumnya jemaat gereja juga sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan trafo PLN saat menjalankan ibadah gereja.

"Kita takut nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi sampai merenggut nyawa, kata Silalahi.

Diakuinya, kondisi ini sudah terjadi selama beberapa tahun. Dari tahun ke tahun kita sampaikan keluhan kepada pihak PLN agar tiang tersebut dipindahkan. Anehnya, pihak PLN Pamatangraya yang sebelumnya Ranting Sidamanik merespon permintaan jemaat dengan membuat surat resmi lengkap dengan RAB (Rencana anggaran biaya) pemindahan tiang dan travo PLN dengan biaya berkisar Rp 18 juta.

Menurutnya, dengan biaya yang diminta PLN Rp 18 juta itu tentunya warga dan jemaat gereja tidak mampu.

“Sementara, renovasi pembangunan gereja bukan karena sudah cukup biaya tapi karena situasi yang mendesak, atap sudah bocor. Sehingga jemaat gereja berupaya mengumpulkan dana meminta sumbangsih dari para donatur demi terwujudnya pembangunan gereja dan membuat jemaat nyaman dalam melaksanakan ibadah, ungkap Sahala Silalahi.

Pemkab Simalungun diminta membantu
Ketua Arahot (perkumpulan sintua-sintua berbagai gereja) St Herdin Silalahi SE juga menimpali keluhan jemaat GKPS Sihilon atas permohonan pemindahan tiang dan travo PLN Pamatangraya.

Menurutnya, biaya pemindahan tiang dan travo yang disampaikan PLN sudah sangat aneh. Pasalnya, biaya Rp 18 juta sudah sangat memberatkan jemaat gereja GKPS Sihilon.

“Oleh karena itu, kami meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun dapat membantu menyelesaikan keluhan yang disampaikan warga jemaat GKPS Sihilon untuk memindahkan tiang dan travo tanpa di bebani biaya yang sangat besar,” pungkasnya.

Terpisah, Manajer PLN Pamatangraya Akhbar Hidayat saat dikonfirmasi SIB terkait permohonan jemaat GKPS Sihilon untuk pemindahan tiang PLN itu tidak membalas meski pesan WhatsApp telah dibaca. (D10/d)

Sumber
: KORAN SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru