Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026
Refleksi 19 Tahun Kabupaten Pakpak Bharat

Benteng Terakhir Pertahankan Adat dan Budaya Pakpak

Redaksi - Senin, 01 Agustus 2022 18:59 WIB
857 view
Benteng Terakhir Pertahankan Adat dan Budaya Pakpak
(Foto: SIB/Mahadin Boangmanalu)
MEMPERINGATI : Upacara memperingati HUT ke-19 Pakpak Bharat  dipimpin Bupati Franc Bernhard Tumanggor di Lapangan Kasean Banaure Napasengkut, Salak, Kamis (28/7). 
Pakpak Bharat (SIB)
Kabupaten Pakpak Bharat kini genap berusia sembilan belas tahun. Usia yang dipandang masih muda bagi kemajuan suatu daerah.

Ibarat seorang gadis, Pakpak Bharat kini masuk fase bersolek, mempercantik diri, membangun wajah daerah menuju kematangan dan kemajuan.

Pakpak Bharat, Daerah Otonomi baru yang lahir atas Pemekaran Kabupaten Dairi di Provinsi Sumatera Utara, berdasarkan Undang-Undang nomor 09 tahun 2003 tepatnya tanggal 20 Juli 2003 silam.

Adalah seorang Dr MP Tumanggor, Bupati Dairi kala itu, yang memprakarsai sekaligus sebagai aktor utama, tokoh kunci atas berdirinya kabupaten ini.

Kabupaten Pakpak Bharat didirikan dan diyakini sebagai benteng terakhir terhadap eksistensi adat dan Budaya Pakpak yang kian tergerus dan hilang khususnya di Kabupaten Dairi.

MP Tumanggor bersama beberapa tokoh, pemerhati, para pemangku kepentingan terkait sepakat untuk mendirikan Kabupaten Pakpak Bharat guna mempertahankan keberadaan adat dan budaya Pakpak pada masa yang akan datang.[br]



Bupati Dairi kemudian membentuk Komite Pemekaran Kabupaten Dairi menjadi Kabupaten Pakpak Bharat dengan tujuan untuk mengejar ketertinggalannya dengan daerah lainnya serta adanya aspirasi, keinginan dan tekad bulat dari masyarakat Pakpak Bharat untuk meningkatkan status daerahnya menjadi suatu kabupaten dalam kerangka NKRI, dengan tujuan agar masyarakat Pakpak Bharat dapat memperjuangkan dan mengatur pembangunan masyarakat dan daerah, sesuai dengan aspirasinya untuk meningkatkan taraf hidup menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera merupakan dasar dari usul dibentuknya Kabupaten Pakpak Bharat.

Kabupaten Pakpak Bharat dengan Ibukota Salak akhirnya resmi berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 09 tahun 2003 tentang pendirian Kabupaten Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan dan Nias Selatan di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Seluruh Panitia, masyarakat Pakpak dan khususnya seorang MP Tumanggor boleh bernafas lega. Tepatnya 28 Juli 2003 silam, Kabupaten Pakpak Bharat sebagai benteng terakhir mempertahankan adat dan budaya Pakpak resmi berdiri.

Kabupaten Pakpak Bharat yang digadang-gadang menjadi wadah bagi eksistensi adat budaya Pakpak, dianggap mampu memberikan jawaban atas harapan kemajuan tanoh Simsim dalam segala aspek telah genap berusia 19 tahun.

Dalam usia yang masih relatif muda ini pula Kabupaten Pakpak Bharat terus berbenah diri.

Pemerintah bahu membahu, berbagai program pembangunan baik infrastruktur, Sumber Daya Manusia, kesehatan, pertanian dan pendidikan serta berbagai bidang lainnya termasuk adat dan budaya Pakpak terus digelorakan.

Keberpihakan Pemerintah terhadap upaya mempertahankan eksistensi adat dan budaya Pakpak terus diwujud nyatakan.[br]



Dalam Lambang Kabupaten Pakpak Bharat terukir tegas jejeran pegunungan yang diartikan sebagai “Bharat”, benteng bagi adat dan budaya Pakpak. Cita dan asa pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat yakni menjaga eksistensi adat budaya Pakpak tertuang jelas di sini.

Dibilangan Kota Salak, tepatnya di Desa Boangmanalu sebuah tugu peringatan pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat telah didirikan.

Ditugu ini pula setiap peringatan hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat diawali dengan meletakkan karangan bunga serta sebait upacara.

Di tempat ini juga Kamis 28 Juli 2022, Franc Bernhard Tumanggor selaku Bupati Pakpak Bharat memimpin upacara mengenang lahirnya Kabupaten Pakpak Bharat.

Mengenang perjuangan mereka kala itu, dalam upaya mendirikan Kabupaten Pakpak Bharat.

Sebuah tugu bersahaja, nama-nama mereka, para tokoh dan pejuang pemekaran terpahat rapi di dinding tugu.

Usai mengikuti serangkaian Upacara di tugu pemekaran ini, Franc Bernhard Tumanggor akan menghadiri pelaksanaan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pakpak Bharat.

Dalam sidang paripurna istimewa ini, Bupati memberikan pidato peringatan hari lahir Kabupaten Pakpak Bharat, membeberkan banyak program Pemerintah dalam upaya membawa Kabupaten Pakpak Bharat bisa sejajar dengan daerah lain, baik dalam bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, serta upaya mempertahankan eksistensi adat dan budaya Pakpak di mata dunia.[br]



Sekaitan dengan upaya mempertahankan eksitensi adat dan budaya Pakpak ini, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat sejak lama telah mengeluarkan sebuah kebijakan dan aturan tentang penggunaan bahasa Pakpak sebagai bahasa pengantar di lingkungan instansi pemerintah.

Demikian juga dengan penggunaan pakaian Pakpak sebagai pakaian kerja di lingkungan instansi Pemerintah setiap hari Kamis.

Aturan ini dirasa efektif guna membangun kecintaan terhadap adat dan budaya Pakpak di kalangan aparatur pemerintah yang bekerja di kabupaten ini.

Pemerintah tidak lupa juga terus berupaya menata Kota Salak sebagai Ibukota Kabupaten Pakpak Bharat.

Berbagai upaya di antaranya dengan membangun lapangan olah raga dan arena bermain di Lapangan Kasean Banurea, Napa Sengkut, memindahkan Pasar tradisional Salak ke Pasar Klohi yang dirasa lebih luas dan menjadi bagian pengembangan kota, membangun taman bermain di tengah kota Salak, membangun infrastruktur yang memadai seperti jalan dan sebagainya.

Secara history, Bahwa Kota Salak diyakini sebagai kota tertua di wilayah Kabupaten Dairi sebagai induk Kabupaten Pakpak Bharat.

Jauh sebelum peradaban modren menyentuh wilayah Kabupaten Dairi, Kota Salak telah tumbuh menjadi kota perdagangan yang terhubung langsung ke mancanegara melalui pelabuhan kuno di Kota Barus.

Jejak perdagangan kuno bahkan masih terlihat jelas di wilayah ini di antaranya adanya bukti peradaban berupa makam tua, batu mejan, peninggalan lain yang diyakini memiliki hubungan langsung dengan dunia luar terutama kawasan timur tengah seperti kapur, kemenyan dan minyak nilam.

Kapur dan kemenyan kita memang memiliki kualitas nomor satu, sangat dicari para pedagang dari berbagai belahan dunia, mereka datang melalui pelabuhan di Barus, lalu memasuki wilayah simsim serta melakukan proses perdagangan dengan para penduduk lokal, jejak mereka banyak tertinggal disini, jelas seorang warga Salak.[br]



Pemerintah saat ini mulai melirik keberadaan produk-produk lokal ini, di antaranya dengan membentuk program pelestarian hutan kapur dan kemenyan asli Pakpak Bharat membantu para petani nilam, serai wangi dan sebagainya.

Upaya membangkitkan kembali komoditas-komoditas lokal unggulan Kabupaten Pakpak Bharat ini tentunya harus pula dibarengi dengan pembangunan bidang lain seperti infrastruktur, pembangunan dan peningkatan mutu dan kualitas SDM dan lainnya.

Dalam pidatonya dihadapan sidang paripurna istimewa DPRD Pakpak Bharat, Bupati juga menjelaskan beberapa program unggulan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Program unggulan yang telah tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah Pakpak Bharat tahun 2021-2026.

Dalam pidatonya ini, Franc Bernhard Tumanggor merinci dengan sangat jelas cita-cita pendirian Kabupaten Pakpak Bharat yakni menjadi salah satu benteng utama dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya Pakpak.

Franc Tumanggor juga menjelaskan beberapa upaya dirinya selaku Bupati bersama Wakilnya, H Musyuhito Solin dalam mewujudkan janji pembangunan yang telah dia sampaikan melalui visi dan misi Bupati Pakpak Bharat.

“Saya menyampaikan bahwa upaya dan semangat untuk terus memenuhi janji pembangunan sebagai kewajiban yang harus dituntaskan dalam memenuhi amanat dan kepercayaan masyarakat pakpak bharat, melalui pencapaian visi “terwujudnya Kabupaten Pakpak Bharat yang maju, berdaya saing, berkeadilan dan sejahtera melalui peningkatan perekonomian dan sumber daya manusia berlandaskan kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat” dan diterjemahkan kedalam 5 misi yaitu, meningkatkan daya saing daerah dan pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efisien, efektif, meningkatkan pembangunan merata, berkeadilan dan berkelanjutan, serta meningkatkan pelestarian dan diplomasi budaya daerah,” ucap Franc Bernhard Tumanggor dalam pidatonya.

Peringatan hari lahir Kabupaten Pakpak Bharat ini hendaklah dijadikan sebagai sebuah tolok ukur bagi pencapaian pembanguan di berbagai bidang, yang dilakukan oleh pemerintah sejak berdirinya Kabupaten ini pada 2003 silam.

Senada dengan cita dan harapan ini, pemerintah dalam menyusun rangkaian acara hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat menetapkan tema ”bersatu, bekerja, sejahtera”.

Memaknai tema tersebut pemerintah bertekad untuk meningkatkan semangat kerja menuju masyarakat sejahtera. (B5/f)




Sumber
: KORAN SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru