Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Juli 2022, Kota Pematangsiantar Alami Inflasi 0,04 Persen

Redaksi - Selasa, 02 Agustus 2022 19:14 WIB
794 view
Juli 2022, Kota Pematangsiantar Alami Inflasi 0,04 Persen
Foto : Ist/harianSIB.com
Ilustrasi pasar tradisional.
Pematangsiantar (SIB)
Indeks Harga Konsumen (IHK) umum Kota Pematangsiantar pada periode Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen (mtm).

Realisasi tersebut menjadikan Kota Pematangsiantar bersama Kota Tanjungbalai sebagai Kota IHK dengan inflasi bulanan terendah secara nasional.

Secara tahunan, Kota Pematangsiantar mengalami inflasi sebesar 5,78 persen (yoy).

Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan periode Juni 2022 yang sebesar 5,71 persen (yoy). Sementara secara tahun kalender, Pematangsiantar mengalami inflasi sebesar 4,40 persen (ytd).

Tekanan inflasi tersebut, menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Teuku Munandar dalam siaran persnya yang diterima SIB, Senin (1/8), disebabkan peningkatan harga cabai merah, ikan dencis dan rokok kretek filter.

Harga cabai merah naik sebesar 16,94 persen (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,28 persen.

Sementara harga ikan dencis dan rokok kretek filter masing-masing naik sebesar 9,08 persen (mtm) dan 2,13 persen (mtm) dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,07 persen dan 0,07 persen.

Kenaikan harga cabai merah masih berlanjut di Juli 2022 dipengaruhi belum membaiknya pasokan cabai merah, seiring dengan komoditas cabai merah yang belum memasuki masa panen.[br]



Komoditas cabai merah diprakirakan akan memasuki masa panen raya di September-Oktober.

Sementara itu kenaikan harga ikan dencis ,tidak terlepas dari berkurangnya pasokan ikan dari Kota Tanjungbalai seiring berkurangnya nelayan yang melaut akibat cuaca buruk dan libur Hari Raya Idul Adha.

Harga rokok kretek filter juga masih melanjutkan tren kenaikan dari periode sebelumnya seiring dengan penyesuaian harga dampak dari transmisi kenaikan cukai rokok.

Tekanan inflasi lebih lanjut tertahan oleh turunnya harga komoditas minyak goreng, daging ayam ras dan tomat.

Harga minyak goreng turun sebesar -9,92 persen (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,19 persen.

Sementara harga daging ayam ras dan tomat masing-masing turun sebesar -9,20 persen (mtm) dan -13,81 persen (mtm) dengan andil deflasi masing-masing sebesar -0,09 persen dan -0,05 persen.

Deflasi minyak goreng dipengaruhi oleh membaiknya pasokan minyak goreng di Pematangsiantar dimana saat ini tercatat sudah tidak ada lagi kelangkaan minyak goreng di Pematangsiantar.

Deflasi minyak goreng didorong oleh penurunan harga minyak goreng curah yang dalam, hingga di bawah harga HET Rp 14.000 yang ditetapkan. Sementara itu perbaikan pasokan juga terjadi pada komoditas daging ayam ras.[br]



Berdasarkan survei pasokan PIHPS Pematangsiantar, terdapat kenaikan pasokan daging ayam dari peternak lokal Kota Pematangsiantar sebesar 67 persen (mtm) di Bulan Juli'22.

Selain itu normalisasi konsumsi daging ayam ras di masyarakat juga mempengaruhi terjadinya deflasi daging ayam ras.

Dalam upaya untuk mengendalikan Inflasi di bulan Juli tahun 2022, TPID Kab/Kota di Wilayah Kerja KPwBI Pematangsiantar telah melaksanakan beberapa program, yaitu sebagai berikut:

Sidak Pasar khususnya terhadap komoditas yang bergejolak seperti cabai merah dan bawang merah oleh Satgas Pangan Kota Pematangsiantar ke Pasar Tradisional, Pasar Modern dan Distributor Komoditas UtamaMonitoring harga komoditas melalui PIHPS maupun harga Diskoperindag dan pemantauan ketersediaan daging kurban dan vaksinasi PMK menjelang oleh Pemerintah Kota Pematang Siantar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1443H.

Juga pemberian bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa handtractor kepada Kelompok Tani Sukses dan Kelompok Tani Mekar di Kabupaten Asahan serta bantuan Kendaraan VIAR Roda 3 ke Kelompok Tani Sidodadi Kabupaten Batubara. (D3/Rel/a)




Sumber
: KORAN SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru