Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 Maret 2026

Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Unjuk Rasa di DPRD Pematangsiantar, Tolak Kenaikan BBM

Redaksi - Kamis, 08 September 2022 18:36 WIB
547 view
Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Unjuk Rasa di DPRD Pematangsiantar, Tolak Kenaikan BBM
Foto: harianSIB.com/Andomaraja Sitio
Terima: Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar, Ronald Tampubolon dan Wali Kota Pematangsiantar, Susanti didampingi Kapolres Pematangsiantar, AKBP Fernando bersama Forkopimda lainnya menerima tuntutan pembatalan kenaikan BBM dari gerakan mah
Pematangsiantar (harianSIB.com)

Lebih kurang lima ratus orang mengatasnamakan gerakan mahasiswa dan masyarakat berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD Pematangsiantar, Kamis (8/9/2022).

Amatan wartawan harianSIB.com di lokasi DPRD Pematangsiantar, mahasiswa yang tergabung dari Universitas HKBP Nommensen dan Universitas Simalungun, mengenakan atribut dari masing-masing kampusnya.

Kedatangan massa juga membentangkan spanduk dan membawa poster bertuliskan penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai tidak pro dengan rakyat.

Pimpinan aksi, D Hutahaean menyampaikan orasinya, kenaikan harga BBM bersubsidi yang digalakkan pemerintah akan menambah beban rakyat dan pastinya mempengaruhi daya beli masyarakat serta harga kebutuhan pokok sehingga dinilai tidak pro rakyat.

"Situasi ini akan menambah penderitaan dan kesengsaraan hidup rakyat yang sementara masih berjuang memulihkan ekonominya akibat pandemi Covid-19," cetusnya.

Ditengah kegelisahan itu, berbagai penolakan kenaikan BBM sudah banyak bermunculan dari kalangan masyarakat, tanpa terkecuali di Pematangsiantar. Untuk itulah mereka mewakili mahasiswa dan masyarakat melakukan protes atas ketidakpuasan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM.

"Melihat ini semua, maka mahasiswa dan masyarakat merasa geram hingga menyatakan sikap penolakan kenaikan BBM dengan turun ke jalan," paparnya. [br]

Maka dengan itu adapun tuntutan mahasiswa dan masyarakat kepada pemerintah diantaranya, menolak pencabutan subsidi maupun BLT karena bukan solusi. Meminta transparansi dari BPH Migas, meminta sikap DPRD Pematangsiantar mengenai kenaikan BBM melalui konfrensi pers.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Pematangsiantar Timbul Lingga diwakili Wakil Ketua DPRD Ronald Tampubolon dan Wali Kota Pematangsiantar, Susanti didampingi Kapolres Pematangsiantar, AKBP Fernando bersama Forkopimda lainnya menerima dan mengapresiasi tuntutan mahasiswa dan masyarakat.

"Saya atas nama, Ronald Tampubolon mewakili Ketua DPRD Pematangsiantar beserta Forkopimda Pematangsiantar menerima surat tuntutan mahasiswa membatalkan kenaikan harga BBM dan ditandatangani," ucap Ronal, dengan harapan Bapak Presiden Republik Indonesia dapat memakluminya.

Sementara Wali Kota Pematangsiantar, Susanti menyampaikan apresiasi atas aksi mahasiswa yang berjalan aman dan tertib hari ini. Pemerintah Kota dalam hal ini, siap memfasilitasi adik-adik mahasiswa untuk mengantarkan langsung surat tuntutan pembatalan kenaikan BBM ke pemerintah atasan dalam hal ini pemerintah pusat.

"Kita ingin adik-adik semuanya mengawal surat pembatalan kenaikan BBM tersebut. Kita siap membuka ruang ke depannya untuk berdiskusi dengan perwakilan mahasiswa dalam rangka pembangunan kota yang kita cintai ini," kata Susanti. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru