Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Maret 2026

Protes Jalan Rusak, Warga Tanam 1.000 Pohon di Jalan Provinsi Panai Hulu

Redaksi - Jumat, 23 September 2022 17:23 WIB
288 view
Protes Jalan Rusak, Warga Tanam 1.000 Pohon di Jalan Provinsi Panai Hulu
(Foto: Dok/Edi Syahputra)
PROTES JALAN RUSAK: Warga Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Panai Hulu Reformasi (Gempar) melakukan aksi tanam 1.000 pohon pada sepanjang 5 Km jalan lintas provinsi di Panai Hulu yang ru
Labuhanbatu (SIB)
Ratusan warga Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, memprotes jalan lintas provinsi yang terbiarkan rusak parah di wilayah itu.

Aksi protes dilakukan warga yang tergabung dalam Gempar (Gerakan Masyarakat Panai Hulu Reformasi) dengan menanam 1.000 pohon di sepanjang 5 Km ruas jalan yang rusak, Kamis (22/9).

Masyarakat mengaku telah resah, bertahun-tahun jalan di depan rumah mereka rusak dan dikhawatirkan akan memakan korban jiwa, sebab selama ini sudah banyak korban jatuh di jalan rusak parah tersebut.

Koordinator aksi, Edi Syahputra Ritonga mengatakan aksi tanam pohon ini dilakukan bersama masyarakat agar mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi.

"Aksi tanam 1.000 pohon ini bentuk protes masyarakat ke pemerintah, agar mendapat perhatian serius dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan memprioritaskan pembangunan jalan lintas provinsi di Kecamatan Panai Hulu," sebut Edi Syahputra.

Pohon yang ditanam berbagai jenis. Mulai dari pokok pisang, sawit, pohon bira-bira, sawo, buas-buas dan pete.

"Dalam aksi itu, Gempar menuntut Gubernur Sumut segera memperbaiki jalan rusak tersebut," ungkapnya.

Tiga tuntutan aksi itu adalah, meminta pemerintah Provinsi Sumatera Utara memprioritaskan dan segera membangun jalan lintas provinsi di daerah simpang Ajamu Kecamatan Panai Hulu yang telah rusak parah sepanjang 5 Km.

Meminta pimpinan DPRD memanggil Bupati Labuhanbatu, Kadis PUPR Labuhanbatu, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumatera Utara dan Kepala UPT Dinas BMBK di Labuhanbatu, para pimpinan perusahaan perkebunan BUMN dan swasta di Panai Hulu dan Panai Tengah serta Camat Panai Hulu untuk dengan pendapat terkait kondisi jalan rusak tersebut.

Kemudian agar menghimbau supir-supir mengangkut barang sesuai tonase, dan menghimbau supir truk pengangkut sawit supaya memasang jaring pengaman buah sawit yang diangkut meminimalisir terjadinya kecelakaan yang berpotensi menimpa warga (pengendara roda 2 dan pejalan kaki) atau memakan korban jiwa.

Aspira aksi Gempar diserahkan dan diterima anggota DPRD Labuhanbatu dari Dapil IV Panai Hulu/Bilah Hilir. Anggota DPRD, Juah Tarigan menyebut akan menyampaikan tuntutan aksi Gempar ke pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti. (E5/d)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru