Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026
Timbulkan Kebingungan dan Kemacetan

Tujuan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Kota Medan Dipertanyakan

* Dishub Medan: Rekayasa Jalan Sudah Melalui Survei
Redaksi - Jumat, 02 Desember 2022 12:33 WIB
1.045 view
Tujuan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Kota Medan Dipertanyakan
(MI/Angga Yuniar)
Ilustrasi pengalihan arus. 
Medan (SIB)
Sejumlah pengguna jalan, mempertanyakan tujuan dan urgensi pengalihan arus lalu lintas di beberapa kawasan di Kota Medan.

Sebab menurut mereka, selain tidak berdampak pada peningkatan kualitas, pengalihan arus lalu lintas tersebut terkesan hanya memindahkan kemacetan saja.

Demikian sejumlah keluhan dari salah seorang pengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan Sudirman Medan, Kamis (1/12).

"Saya rasakan dan mungkin juga bagi pengguna jalan lainnya, pengalihan arus lalu lintas ini kok sepertinya hanya memindahkan kemacetan. Kita lihat sajalah sekarang ini. Entah karena kebetulan atau bagaimana. Jalan Juanda di sebelah rumah gubernur ini terasa lebih padat dari biasanya," sebut pria mengaku marga Tobing itu.

Ia pun lantas mempertanyakan seperti apa sebenarnya rencana dan proses pengalihan lalu lintas. “Apa tujuannya? Seperti apa hasilnya? Apakah sudah ada survei sebelumnya?” tanyanya.

Warga mengeluhkan penerapan rekayasa jalan tersebut malah memberikan kesulitan. Bahkan menciptakan pemborosan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Jalur jalan yang sebelumnya lebih memberikan kemudahan akses menuju tujuan, setelah adanya perubahan atas rekayasa malah membuat pengendara harus mengitari jalan yang panjang dan berliku.

Dari sisi penggunaan waktu juga menjadi tidak efektif. Karena setiap pengendara yang melintasi jalur perubahan rekayasa jalan itu akan semakin lama sampai ke tujuan.

Di sisi lain, jika tujuan Dishub Medan melakukan rekayasa jalan adalah untuk memperlancar mobilitas jalan, namun kenyataannya hanya awal penerapan rekayasa pada 12 jalur jalan itu saja yang mengalami kelancaran.

Setelah beberapa hari kemudian akibat tumpahan kendaraan dari pusaran jalan yang kena rekayasa malah kini sudah mengalami kemacetan kembali.

Ungkapan senada juga disampaikan beberapa pengusaha maupun pemilik angkutan kota yang terkena dampak pengaligan arus lalu lintas tersebut. Rata-rata mereka mempertanyakan apa tujuan pengalihan dan bagaimana hasilnya.

Bahkan mereka sampai berpikir apakah pengalihan itu hanya untuk menciptakan proyek dan menghabiskan anggaran?

"Apa tujuan pengalihan arus lalu lintas ini dan apa hasilnya? Apakah hanya untuk menciptakan proyek dan menghabiskan anggaran?," tanyanya.

Apalagi belum jelas apakah pengalihan arus itu sudah definitif atau belum. Kalau sudah definitif lalu kapan sosialisasinya. Kalau belum definitif kenapa sudah ada pembongkaran marka/pulau jalan?.

"Kalau belum definitif kenapa pembatas jalan di lokasi pengalihan sudah dibongkar, padahal masih baru dipasang. Bagaimana nanti pertanggungjawaban anggarannya?," kata mereka.

Selain itu mereka juga mempertanyakan soal sosialisasi pengalihan arus lalu-lintas itu. Demikian juga soal koordinasi dengan perusahaan angkutan kota terkena dampak, apakah sudah ada?.

"Apakah sudah ada survei sebelumnya? Bagaimana koordinasi dengan perusahaan angkot terkena dampak pengalihan? apakah sudah ada koordinasi sebelumnya," tanya lagi.

Bahkan akhirnya mereka pun jadi mempertanyakan berapa anggaran dan seperti apa pertanggungjawabannya? Karena merasa kurang ada manfaat muncul lagi pertanyaan apakah pengalihan arus itu untuk menguntungkan bisnis tertentu.

Ormas Angkot
Terakhir mereka mempertanyakan statemen para pimpinan organisasi yang selama ini kerap bersuara mengatas namakan komunitas angkutan kota yang terkesan diam di tengah menghangatnya beberapa isu seputar lalu lintas dan transportasi di Kota Medan.

"Kita kan tahu belakangan muncul isu soal subsidi transportasi. Lalu ada soal pengalihan arus lalu lintas yang sedikit banyaknya berdampak pada sektor angkutan kota. Ke mana mereka yang selama ini bersuara mengatas namakan kami pengusaha dan pemilik angkot?," kata mereka.

Terkait pertanyaan itu wartawan pun konfirmasi kepada Kadishub Medan Iswar Lubis. Ada pun daftar pertanyaan yang disampaikan, apa tujuan pengalihan dan apa hasilnya?, Bagaimana dengan tudingan hanya untuk menciptakan proyek dan menghabiskan anggaran?, Apakah sudah ada survei sebelumnya?, Apakah sudah definitif?, Kalau sudah definitif, kapan sosialisasi? Bagaimana koordinasi dengan perusahaan angkot terkena dampak pengalihan?, Kalau belum definitif kenapa pembatas jalan di lokasi pengalihan sudah dibongkar padahal masih baru dipasang?.

Atas pertanyaan itu Kadishub Medan Iswar Lubis hanya menjawab singkat melalui pesan WhatsApp. Dia menyebut pengalihan jalan sudah melalui survei.

"Dilaksanakan sudah melalui survei, kajian dan rapat kordinasi dan tujuannya pasti untuk peningkatkan kenerja lalu lintas," jawabnya. (A13/c)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru