Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Pdt Binsar Manurung : Puluhan Tahun Bersahabat dengan Almarhum YM Bhikkhu Jinadhammo Mahathera

Redaksi - Rabu, 15 Februari 2023 19:35 WIB
534 view
Pdt Binsar Manurung : Puluhan Tahun Bersahabat dengan Almarhum YM Bhikkhu Jinadhammo Mahathera
(Foto SIB/Roy Damanik)
PENDETA KENDARAI SEPEDA: Bishop GMMI, Pdt Binsar Manurung STh MA yang juga sekaligus dosen, setiap hari mengendarai sepeda menu
Medan (SIB)
Pdt Binsar Manurung STh MA (71) warga Jalan Rukun Pasar 16 Tembung Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang sudah 30 tahun berpergian ke gereja-gereja untuk melayani jemaatnya dengan mengendarai sepeda.
Hal itu disampaikan Pdt Binsar yang juga Bishop di Gereja Methodist Merdeka Indonesia (GMMI) sekaligus Kantor Pusat di Jalan Perjuangan Gang Gereja, Kecamatan Medan Tembung kepada wartawan, Kamis (12/5) sore. Dikisahkan pria kelahiran Pematang Siantar, 13 Mei 1951 itu, semasa mudanya dia sudah bercita-cita sebagai pendeta.
"Tahun 1980, saya sudah lulus kuliah di Universitas HKBP Nomensen (UHN) jurusan administrasi. Lalu saya melamar Sekolah Perwira Wajib Militer (Sepawamil) di Lembang Bandung, Jawa Barat. Namun saya gagal saat psikotes. Jika saya lulus, saya berencana menjadi Rohani Protestan (Rohrod) TNI AD," ungkapnya.
Lantaran tidak lulus sambung pria yang mempersunting istri B br Sidabutar (62), dia melanjutkan S2 Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia (STTI) di Yogyakarta yang dosennya datang ke Medan untuk mengajar para mahasiswa. Tahun 1988 Pdt Binsar Manurung lulus S2 dan menjadi Pendeta di GMMI. Sekitar 20 tahun yang lalu Binsar diangkat menjadi Bishop dan sampai sekarang dia tidak pernah mengambil gajinya dengan status sebagai Bishop.
"Setelah saya menjadi pendeta, saya dan istri dikaruniai 2 anak laki-laki dan satu perempuan. Anak pertama saya dokter Sahat Monang Parulian Manurung merupakan dokter spesialis paru-paru di rumah sakit Pagururan, Samosir. Menantu/parumaen saya Boru Tarigan dan mereka dikaruniai 1 anak laki-laki," ujarnya.
Ditambahkan Bishop GMMI itu, anak keduanya dokter Joel Manurung yang kini menjadi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di rumah sakit Papua Timur, sekaligus dosen di Fakultas Kedoktetan Universitas Cendrawasih (Uncen). Menantu saya Boru Limbong dan dikaruniai 1 anak laki-laki. Putri saya dokter Yanita Dame Irene br Manurung, perprofesi sebagai dokter umum di industri garmen Bandung. Menantu/hela saya Pdt Candra Simanjuntak, Pendeta HKBP di Bandung Barat dan mereka dikaruniai 2 anak laki-laki.
"Anak-anak saya berhasil karena saya didik sejak kecil yakni dengan berdoa, hidup sederhana dan melakukan hal-hal yang positif. Saya sering ditawari anak saya untuk dibelikan mobil, namun saya tolak," jelasnya.
Masih dikatakannya, selain menjadi pendeta dan Bishop, Pdt Binsar hingga kini juga berprofesi sebagai dosen di beberapa kampus di Medan dengan mata kuliah Agama Keristen. Setiap dia pergi ke gereja untuk melayani jemaat serta pergi ke kampus untuk mengajar mahasiswa, Binsar selalu mengendarai sepeda. Diakuinya bahwa dia sudah mengendarai sepeda selama 60 tahun dan baru 2 kali ganti sepeda. Setiap harinya pendeta itu mengendarai sepeda hingga 30-40 Km.
"Motivasi saya mengendarai sepeda ini adalah kesederhanaan sebagai pendeta. Dengan mengendarai sepeda tentunya biaya pengeluaran semakin hemat serta tubuh menjadi sehat. Jika bekerja saya bawa bontot makanan," pungkasnya sembari menambahkan bahwa dia sudah 20 tahun (4 priode) menjadi Bishop GMMI. (A14/a)


Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru