Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Organisasi Bernafas Kristen Tak Semata Berdoa tapi Wajib Berpolitik Kebangsaan

Redaksi - Minggu, 16 April 2023 12:08 WIB
259 view
Organisasi Bernafas Kristen Tak Semata Berdoa tapi Wajib Berpolitik Kebangsaan
(Foto: PWKI Medan /Tiolina Panggabean)
Foto Bersama: Perayaan Paskah DPC PWKI Medan, Sabtu (15/4), di Aula Universitas Sari Mutiara - Indonesia Jalan Kapt Muslim Meda
Medan (SIB)
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Medan mengadakan sejumlah kegiatan sehari penuh.
Di antaranya perayaan Paskah 2023 dengan pemimpin ibadah Pdt Indah Sari Karokaro MHum yang Ketua Sinode GKFI, Sabtu (15/4).
Dalam sambutannya, tokoh masyarakat Kristen Sumatera Utara Dr RE Nainggolan MM menegaskan, organisasi bernafas Kristen memiliki tugas tak semata berdoa tapi harus menjadi bagian solusi persoalan bangsa.
“Saya tegaskan. Berdoa adalah kewajiban dan itu nafas organisasi keagamaan namun jangan pasif dengan urusan sekuler. Harus berpolitik, politik kebangsaan,” tegasnya.
Ia mengurai maksud dari politik kebangsaan yang menghindari politik identitas tapi mengedepankan citra kasih.
“Politik kebangsaan adalah yang memrioritaskan kepentingan bangsa. Dalam kaitan kehidupan di bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mengedepankan nasionalisme berbasis Pancasila dan UUD. Dengan berpolitik kebangsaan, kehidupan berbangsa bernegara terjamin,” ujarnya.
Mantan Sekda Prov Sumut itu menunjuk tugas tak ringan PWKI dalam cakupan politik kebangsaan. Mengupayakan stategi kehidupan nasionalis yang benar-benar bebas merdeka dengan tanggung jawab.
“Tanggung jawab menjaga kehidupan harus dengan kebijakan politik. Hal tersebut dapat dilakukan bila di dalam pergumulan berpolitik. Itu sebabnya, harus berpolitik kebangsaan,” tegasnya.
Ia menunjuk kiprah PWKI Medan yang aktif bahkan berbuat di luar ekspektasi organisasi perempuan.
“Seperti hari ini. Sepanjang perjalan hidup saya, baru kali ini ada organisasi wanita yang membawa panji agama, anggotanya fanatis duduk mengikuti acara dari pagi hingga petang. Jumlahnya saya hitung lebih dari 200 orang. Ini luar biasa,” tegasnya.
Ucapan RE Nainggolan itu diklarifikasi Ketua PWKI Medan Dra Veronika Sitanggang MPsi dan Ketua Pelaksana Pelantikan Pdt Veronika M Panjaitan STh.
“Lebih, Pak. Tiga ratusan,” ujarnya dan dibenarkan RE Nainggolan. “Hebat, lebih tigas ratus. Benar-benar luar biasa,” simpulnya
Menurutnya, bersamaan dengan kuantitas dan militansi, pengurus PWKI Medan harus memenej potensi itu dalam melanggengkan kehidupan berkebangsaan.
“Sekali lagi, berpolitiklah. Politik kebangsaan. Apalagi menghadapi 2024 maka PWKI Medan harus menyuarakan dan memilih pimpinan yang sevisi dan misi dengan politik kebangsaan tersebut,” tegasnya.
Veronika Sitanggang di sambutannya mengatakan, PWKI Medan memang ingin menjadi organisasi solutif terhadap persoalan bangsa khususnya terkait keperempuanan.
“Tetapi, PWKI Medan basisnya berdoa. Harus berdoa. Namun diseimbangkan dengan kegiatan sekuler dengan memrioritaskan kasih. Kasih adalah nafas PWKI. Dengan kasih solusi ada dan PWKI tetap menjadi garam dan lilin,” tegasnya.
Ia mengatakan, sama dengan kegiatan yang lewat. PWKI Medan merayakan Paskah 2023 sebagai bagian dari penguatan iman sebab tanpa kekuatan iman akan melenceng. “Satu sisi, untuk berdoa, PWKI Medan sudah melaksanakannya,” tambahnya.
Ia menunjuk tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. Dengan memiliki moral religi, pasti tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, berjalan sesuai tuntutan Alkitab.
“Selanjutnya menjadi garam. PWKI Medan terus melakukan pendidikan keterampilan,” tambahnya didampingi Sekretaris Ruth Munthe dan Bendahara Tiolina Panggabean serta Ketua PAC Medan Perjuangan St Titien Debora Sibarani.
Ketua DPD PWKI Sumut Depriaty Tamba SPd diwakili Wakil Ketua Debbie Ratu mengatakan, PWKI Medan memang memiliki kuantitas dan kualitas sebagai representasi organisasi wanita secara global. “Apa yang tidak ada di PWKI Medan. Benar-benar menjadi organisasi kader, organisasi militansi dan cinta Tuhan,” ujarnya.
Praktisi kecantikan Indonesia itu menunjuk pribadi Veronika Sitanggang yang tangguh bahkan di kalangan organisasi kemasyarakat dikenal sebagai perempuan vokal yang tak pernah takut dalam menyuarakan kebenaran.
“Kadang, justru saya yang ‘takut’ sendiri. Ibu Veronika ini tetap maju untuk membela kebenaran. Dengan segala kapasitasnya,” tegas Debbie Rattu didampingi Sekretaris Silvy Pasaribu dan sejumlah pengurus, termasuk Kadis Lingkungan Hidup Dr dr Suryadi Panjaitan SPOg MKM, Sekretaris GAMKI Medan Ferry Sihite, Ketua GMKI Medan Irwan Siregar.
Kegiatan diakhiri dengan silaturahim. (R10/a)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru