Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Februari 2026

Warga Dolokparriasan Minta APH Periksa Anggaran Ketapang DD 2023 Rp 163 Juta untuk Pembelanjaan Pupuk

Redaksi - Jumat, 20 Oktober 2023 14:15 WIB
198 view
Warga Dolokparriasan Minta APH Periksa Anggaran Ketapang DD 2023 Rp 163 Juta untuk Pembelanjaan Pupuk
CNBC Indonesia
Ilustrasi. Petani menggunakan pupuk
Tigabalata (SIB)
Warga Dolokparriasan, Kecamatan Jorlanghataran, Kabupaten Simalungun meminta Aparat Penegak Hukum (APH) memeriksa anggaran program Ketahanan Pangan (Ketapang) Dana Desa (DD) 2023 sebesar Rp 163 untuk pembelanjaan 200 sak Pupuk Urea Non Subsidi di Nagori Dolokparriasan.
"Kita menilai anggaran pembelanjaan pupuk urea yang diaggarkan oleh Pemerintah Desa Dolokparriasan dari DD 2023 Rp 163 untuk 200 sak pupuk urea non subsidi ukuran 50 Kg/sak saja. Pagu sebesar itu, selayaknya bisa membeli 325 sak karena pupuk urea non subsidi Rp 500.000 per sak di pasar dan di kios pupuk," ujar warga Parriasan J Silitonga di Tigabalata, Kamis (19/10).
Dijelaskan Silitonga, selisih harga pupuk urea non subsidi ukuran 50 Kg yang diproduksi perusahaan yang sama di pasar dan di kios pupuk hanya Rp 500.000 - Rp 600-000 persak, namun bila dibandingkan dengan harga pupuk yang dianggarkan pemerintahan Desa Dolokparriasan Rp 163 juta untuk membeli satu sak pupuk sangat tinggi, mencapai Rp 815.000 per sak.
"Bila anggaran Ketapang Rp 163 juta untuk perbelanjaan 200 sak pupuk hasilnya sama dengan Rp 815.000 persaknya dan harga itu sangat berbeda dengan harga pupuk urea non subsidi di pasar hanya berkisar Rp 500.000-Rp 600.000 persak saja," sebutnya.
Diakuinya, sekitar 103 Kepala Keluarga (KK)yang dinyatakan layak sebagai penerima manfaat Program Ketapang tersebut telah menerima 135 Kg (2,5 sak) pupuk urea non subsusidi secara gratis dari Pemerintahan Desa Dolokparriasan beberapa pekan lalu.
"Melalui perwakilan masyarakat, kita meminta APH turun kelapangan dan memeriksa anggaran program ketapang di Nagori Dolokparriasan karena didiuga ada penggelembungan anggaran hingga masyarakat merasa dirugikan dari segi tonase pupuk bila disesuaikan dengan anggaran pembelanjaan," ujar Silitonga.
Sementara itu, Kepala Desa Dolokparriasan, Maruli Rajaguguk ketika dikonfirmasi, Kamis (5/10) yang lalu menyebutkan, anggaran program Ketapang yang di alokasikan dari DD 2023 Rp 163 juta diperuntukkan untuk belanja 266 sak pupuk urea non subsidi dan telah dibagikan ke 103 penerima manfaat dari 250 kepala keluarga lebih di desa binaannya.
Dikatakan, sebanyak 103 KK di desa binaannya menerima 2,6 sak pupuk per KK. Dan dirinya mengakui hanya menjalan program dan enggan menjawab siapa penyedia jasa ketapang, apakah dari dinas terkait di Kabupaten Simalungun atau pihak ketiga. "Kalau penyedia jasa ya..yang sudah tersedialah," tutupnya. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru