Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Kepala BWS Sumatera II Medan Tinjau Kondisi Sungai Aek Silang Baktiraja Pasca Dihantam Banjir Bandang

Redaksi - Minggu, 19 November 2023 19:49 WIB
778 view
Kepala BWS Sumatera II Medan Tinjau Kondisi Sungai Aek Silang Baktiraja Pasca Dihantam Banjir Bandang
(Foto: Dok/Sudirno)
TINJAU: Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan, Mohammad Firman dan rombongan meninjau kondisi Sungai Aek Silang,
Humbahas (harianSIB.com)
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mohammad Firman, meninjau kondisi Sungai Aek Silang, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sabtu (18/11/2023), pasca dihantam banjir bandang beberapa hari lalu.
Saat diwawancarai wartawan, Firman yang saat itu didampingi Kepala Satker BWS Sumatera II Medan, Dony Hermawan dan PPK BWS Sumatera II Medan, Antoni Siahaan, dan beberapa stafnya menjelaskan, kedatangan mereka ke lokasi banjir untuk melakukan tinjauan reaksi cepat serta melihat seberapa besar dampak dari bencana yang terjadi dari luapan air Sungai Aek Silang itu.
Dari hasil tinjauan itulah, lanjutnya, pihaknya akan membuat langkah-langkah gerak cepat untuk melakukan penanganan tanggap darurat.
“Prioritas kita yang paling utama, bagaimana keselamatan masyarakat. Dan kebetulan sudah ada keluar surat keputusan Bupati Humbahas tentang penetapan status keadaan darurat bencana banjir di Kecamatan Baktiraja. Sehingga kita harus segera bekerja untuk memperbaiki beberapa titik yang kita tinjau tadi yang kondisinya sangat urgen untuk diperbaiki terlebih yang dekat dengan pemukiman penduduk,” kata Firman.
Lebih lanjut dijelaskan, selain memperbaiki tanggul-tanggul atau bronjong yang jebol akibat hantaman banjir, pihaknya juga akan membuka alur sungai yang ditutupi oleh batu-batu besar yang terbawa arus sungai.
“Itu yang harus segera kita lakukan penanganan, membuka alurnya, sehingga aliran sungainya mengalir lancar dan menjaga jangan terjadi limpasan (terlampaui) air overflow (meluap) yang membahayakan masyarakat,” ucapnya.
Ditambahkannya, dalam penanganan banjir itu, pihaknya juga tetap melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Humbahas melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) serta memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah dibuat saat dan pasca banjir.
“Saya lihat reaksi mereka (Pemkab Humbahas) juga sangat cepat dan saat kejadian mereka juga langsung turun. Kami sangat mengapresiasi gerak cepat Pemkab dalam penanganan banjir. Tentunya ini harus bersinerji karena kepentingan kita bersama dan melindungi masyarakat yang ada dan yang terdampak akibat banjir kemarin,” ujarnya.
Ketika disinggung terkait kerusakan proyek bronjong yang sedang berlangsung di aliran Sungai Aek Silang senilai Rp15,2 miliar lebih, Firman mengatakan, proyek yang dikerjakan PT Yogi Lestari, dan konsultan supervisi PT Ika Adya Perkasa itu untuk sementara waktu, pengerjaan dihentikan menunggu hasil audit dari Inspektorat dan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pemerintah) Sumut.
“Untuk sementara kita hentikan dulu pekerjaannya, karena ini ada kejadian bencana. Kita harus lakukan audit dari inspektorat atau pun BPKP. Kita juga sudah koordinasi dengan pemerintah pusat, harus dihentikan. Inikan ada pekerjaan yang hilang (terbawa banjir). Nah, ini harus kita lakukan audit dulu. Supaya lebih transparan di dalam penanganannya, PPK sudah melakukan penghentian pekerjaan sementara. Karena memang langkah-langkah penanganan daruratnya harus kita utamakan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, akibat curah hujan yang cukup tinggi, Sungai Aek Silang, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas, meluap dan merendam ratusan rumah warga yang berada di Desa Marbun Tonga Marbun Dolok (Martodo), Marbun Toruan dan Siunong Unong Julu, Selasa (14/11).
Akibat meluapnya sungai itu, tanggul atau pintu air Siboltak Langit jebol di sekitar Tombak Sulu-sulu, dan Pulo-pulo yang mengakibatkan banjir di sekitar daerah Bontean dekat Gereja HKBP Marbun dan merendam ratusan rumah warga dan merusak puluhan hektar lahan pertanian warga. (**)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru