Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Proyek Lining PUPR Pemprovsu, Warga Binjai Barat Mengeluh Rumahnya Retak

Muhammad Irsan - Kamis, 09 Mei 2024 20:46 WIB
711 view
Proyek Lining PUPR Pemprovsu, Warga Binjai Barat Mengeluh Rumahnya Retak
Foto : SIB/ M Irsan
AMBLAS : Salah seorang warga menunjukkan dampak dari proyek lining yang amblas di DAS Bingai yang mengakibatkan rumahnya retak, di Lingkungan II, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat, Kamis (9/5/2024).
Binjai (harianSIB.com)

Proyek lining yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Utara dinilai masyarakat asal jadi. Dampak dari proyek lining di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bingai Kota Binjai ini mengakibatkan tiga dinding rumah masyarakat retak.

Bahkan, dapur rumah milik masyarakat di Lingkungan II, Kelurahan Limau Mungkur, Binjai Barat amblas, saat proyek dikerjakan pada pertengahan Oktober 2023 lalu.

"Sebelumnya tidak terjadi apa-apa, tapi ketika digali pondasi, sore harinya abrasi. Penggalian ini karena ada proyek dari Pemprov Sumut untuk (pembangunan) lining tepi sungai," ungkap salah satu pemilik rumah yang dindingnya retak, Budi Darmawan, Kamis (9/5/2024).

Pantauan wartawan, kondisi benteng lining tampak sudah berdiri. Namun di balik benteng, tidak ada dilakukan penimbunan.Tentunya hal tersebut membuat masyarakat resah. Bahkan, masyarakat juga bertanya-tanya apakah proyek tersebut masih berlanjut dikerjakan atau sudah tuntas.

"Kita sampai sekarang gak tau tindaklanjutnya seperti apa, apakah proyek ini sudah selesai atau tidak, kita tidak tau," ujar Budi.

Maka dari itu, Budi bersama masyarakat lain di Lingkungan II, Kelurahan Limau Mungkur dan yang terdampak dinding rumahnya retak mengadu kepada kepala lingkungan setempat, perangkat kelurahan hingga kecamatan. "Kami surati Pemprov Sumut melalui kecamatan yang dibubuhkan tanda tangan masyarakat dan kepling," ujarnya.

Sayang, hasil tidak memuaskan. "Hasilnya tidak ada sama sekali. Kita selaku warga pun tidak dikunjungi, malah kita yang datang ke sana," urainya.

Menurut dia, masyarakat Lingkungan II, Kelurahan Limau Mungkur sudah tiga kali mendatangi Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas PUPR Sumut yang berlokasi di depan Lapangan Merdeka Binjai. Saat berdialog menyoal proyek lining yang meresahkan ini, kata Budi, masyarakat dijanjikan bakal diganti rugi.


Lantas Budi pun bertanya, siapa yang bertanggung jawab terkait hal tersebut. "Dijawab (Dinas) PU, katanya orang kontraktor. Kami tanya ke kontraktor (PT SMJ), katanya orang dinas. Waktu pertemuan juga, pihak kontraktor tidak hadir. Tapi ada menemui kami diawal-awal saat mau mengerjakan proyek," bebernya.

Guyuran hujan dengan intensitas sedang maupun tinggi yang terjadi belakangan ini menambah rasa was-was masyarakat akan terjadi longsor di belakang rumahnya. "Kami takut kalau hujan bisa longsor. Harapannya tolong lah pihak terkait, tolong kami ini masyarakat Lingkungan II dibantu agar segera melakukan penimbunan," serunya.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha UPT Dinas PUPR di Kota Binjai, Swandi Pinem tidak mau berkomentar banyak. Pasalnya, proyek lining yang dikeluhkan masyarakat tidak ada campur tangan dari UPT Dinas Bina Marga Provinsi Sumut di Kota Binjai.

"Itu proyek dari dinas, kami gak mengerti dan gak tau sampai kapan. Masyarakat sudah datang kemari (Kantor UPT Dinas Bina Marga Provinsi Sumut di Binjai) sama lurah dan menyurati. Kita teruskan suratnya ke dinas juga sudah tapi belum tau kita, belum dapat informasi untuk langkah-langkah selanjutnya. Ya jadi tempat air (karena gak ditimbun), bisa longsor juga," pungkasnya. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru