Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026

Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE di Sibolga Diwarnai Prosesi Jalan Kaki Keliling

Caong Tobing - Kamis, 23 Mei 2024 16:09 WIB
1.047 view
Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE di Sibolga Diwarnai Prosesi Jalan Kaki Keliling
foto: sib/chaong tobing
Prosesi berjalan kaki mengambil api suci pada perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE di Kota Sibolga.
Sibolga (harianSIB.com)
Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 Buddhist Era (BE) tahun 2024 di Kota Sibolga berjalan penuh hikmad, ditandai dengan prosesi berjalan kaki keliling dengan pengawalan ketat personel Polres Sibolga, Kamis (23/5/2024).

Tema yang diusung pada peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE, adalah tentang kesadaran atas keberagaman. Tujuannya, mengajak umat Buddha untuk terus meningkatkan kesadaran bahwa negara ini berdiri di atas perbedaan dan keragaman.

Prosesi berjalan kaki mengambil start dari Vihara Avalokitesvara di Jalan S Parman, menuju Jalan Brigjen Katamso untuk ambil api suci dari vihara tertua di Jalan Ahmad Yani. Api tersebut kemudian dibawa ke Vihara Avalokitesvara Sibolga.

Prosesi pemandian Pangeran Siddharta di Vihara Avalokitesvara Sibolga pada perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE. (foto: sib/chaong tobing)

Sampai di vihara, prosesi dilanjut berjalan naik ke lantai dua untuk pemandian Pangeran Siddharta, lalu turun menuju tempat Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha. Kemudian lanjut lagi ke tempat Buddha Gautama parinibbana (wafat).

Dhammadesana, Bhante Abivaro dalam khotbahnya menyampaikan, bahwa semua orang akan mengalami usia tua dan sakit. Setelah 6 tahun sebagai orang pertapa, akhirnya Siddharta menjadi sang Buddha.

"Siddharta mengajarkan kebajikan selama 45 tahun. Oleh karena itu, kebajikan yang diajarkan melalui vihara ini jangan hanya ramai saat hari besar Waisak saja. Vihara ini hendaknya bisa dijadikan tempat bertapa untuk mencari ilmu atau pengetahuan," kata Bhante Abivaro.

Terutama ajaran, bagaimana hidup berdampingan dengan sesama. Hendaklah datang ke vihara untuk mendapatkan pelajaran cinta kasih, dan hidup berbahagia.

"Kita tentu menginginkan hidup dengan penuh cinta kasih," kata Bhante Abivaro.


Bhante Abivaro berharap, setiap ada masalah, jangan dihindari namun dihadapi, dengan mendapatkan ajaran cinta kasih yang bebas dari kebencian, tentu dapat menyelesaikan masalah dengan saling memaafkan.

"Terutama dengan orang yang sebelumnya kita benci. Praktikkan ajaran vihara itu dengan baik, terutama kebajikannya," imbuhnya.

Ketua Umum Yayasan Vihara Buddha Sibolga, Hardi Virgo, mengatakan bahwa Vihara Buddha ini adalah pohon, datanglah ke vihara untuk dapat mempelajari dan bisa mengamalkan kebajikan yang diajarkan Siddharta.

"Laksanakanlah ajaran yang sudah diberikan oleh bhante dalam mengajarkan cinta kasih. Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak," kata Hardi Virgo.

Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kota Sibolga, Margono mengatakan peringatan Tri Suci Waisak memiliki tiga peristiwa penting yang dialami Sang Buddha.

"Ketiga peristiwa penting itu adalah, kelahiran Sang Buddha, pencapaian sempurna atau penerangan agung dan menjadi Buddha, dan parinibbana (wafat)," jelas Margono.

Margono menjelaskan, serangkaian Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE, pengurus Yayasan Vihara Avalokitesvara Sibolga dan pengurus MBI Sibolga juga melaksanakan jamuan makan untuk orang tua yang berumur di atas 50 tahun.

Ada juga kegiatan donor darah oleh 32 orang, juga pemeriksaan kesehatan 80 orang, serta pembagian 180 paket bantuan, berupa beras, mie instan, dan gula untuk kalangan pra sejahtera umat Buddha Sibolga, termasuk pegawai yayasan dan pegawai perguruan Tri Ratna Sibolga.

Hadir di acara itu, Wakil Ketua Umum Yayasan, Andri Parlinggoman alias Alog, Kabid Kerohanian, Gunawan, Kabid Pendidikan Yayasan, Hartono Kosasih, Kabid Sosial, Hakim Sudiman alias Aleng, tokoh masyarakat, Beng An (Diler Suzuki), Vincen Efenly (Toko Mas Rapi), Aguan (Toko Surya Baru), Bellina (Hotel Indah Sari), Acai (Toko Murah Raya), para muda mudi, remaja, dan anak-anak umat Buddha Sibolga. (**)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru