Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 26 Maret 2026

Aksi Geng Motor Resahkan Masyarakat, Pemerintah dan Aparat Diminta Bertindak Tegas

Andomaraja Paga Sitio - Rabu, 29 Mei 2024 18:29 WIB
706 view
Aksi Geng Motor Resahkan Masyarakat, Pemerintah dan Aparat Diminta Bertindak Tegas
Net/harianSIB.com
llustrasi geng motor
Pematangsiantar (harianSIB.com)
Belakangan ini aksi gerombolan geng motor sedang trending dibicarakan di tengah masyarakat Kota Pematangsiantar. Bukan hanya di tengah masyarakat, bahkan aksi geng motor ini sedang viral dan meluas di media sosial (Medsos).

Bahkan dengan beredarnya informasi aksi geng motor di media sosial dan aplikasi WhatsApp, membuat masyarakat seakan trauma dan takut keluar rumah.

Hal tersebut diutarakan salah satu warga M Saragih yang tinggal di Kota Pematangsiantar. "Terus terang kita trauma dan takut mendengar informasi aksi geng motor dan begal ini sedang hangat dibicarakan di tengah masyarakat," ujar Saragih saat dimintai tanggapan di salah satu lokasi di Jalan Sisingamangaraja, Rabu (29/5/2024).

Informasi berkaitan aksi geng motor itu kata dia beredar di media sosial dan aplikasi WhatsApp baru-baru ini, sehingga menimbulkan kecemasan dan ketakutan masyarakat keluar rumah.


"Tadi malam infonya semua jalanan di Kota Pematangsiantar sepi. Masyarakat takut keluar, bagaimana nanti kalau ada urusan dan hendak berobat keluar, mana berani masyarakat. Kasihan kita terlebih para pedagang kaki lima tidak berani jualan kalau aksi geng motor ini dibiarkan," cetusnya.

Dia pun berharap aparat penegak hukum diminta untuk semaksimal mungkin memberantas akan aksi dan maupun rencana segerombolan geng motor di wilayah Kota Pematangsiantar.

"Kita ingin keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat terjamin disaat beraktivitas di Kota Pematangsiantar," pintanya.

Hal senada hal juga disampaikan praktisi hukum Justin Manurung SH. "Bukan hanya warga, kita juga selaku praktisi hukum merasakan kekuatiran dan kecemasan soal beredarnya aksi geng motor di Kota Pematangsiantar," katanya.

Menurut dia, soal aksi geng motor jelas meresahkan warga siapapun tanpa terkecuali." Mau siapa pun itu, saya sendiri dengan tegas meminta pemerintah kota dan aparat penegak hukum supaya turun tangan menyelesaikan ini persoalan geng motor yang sedang hangat dan viral dibicarakan," ujarnya.

Bahkan kata dia menerangkan, aksi segerombolan geng motor yang diduga ikut didalamnya pada umumnya anak usia remaja dan pelajar." Ini saya lihat jelas sesuai informasi dan pengungkapan kepolisian baru ini, para terduga geng motor kebanyakan anak remaja. Pemerintah kota dan dinas terkait bersama aparatnya harus bisa menyelesaikan sebelum menimbulkan rasa ketakutan warganya," bebernya.

Kendati demikian soal pendampingan klien kata dia, praktisi hukum/pengacara terlibat setelah ada penindakan dari apara penegak hukum." Artinya kita bukan membela atau membiarkan aksi geng motor itu melancarkan aksinya. Tetapi kita hanya menjalankan tugas pendampingan setelah berkas perkara ditangani ararat penegak hukum baik di polisi dan jaksa hingga di meja pengadilan.

"Sekali lagi saya tekankan mendukung penuh aparat penegak hukum dan pemerintah kota mencegah maupun memberantas aksi segerombolan apa pun itu, apalagi sampai menakutkan masyarakat atau orang banyak," pungkasnya.

Sebelumnya Kapolres Pematangsiantar AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan memang satu minggu belakangan ini sedang ramai aksi tawuran dan geng motor di wilayah Kota Pematangsiantar.


"Patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) rutin kita laksanakan mulai malam hingga subuh hari di Kota Pematangsiantar. Alhasil sejak satu minggu terakhir ini, setidaknya 40 orang kita amankan dari lokasi berbeda," sebutnya.

Lanjut Yogen menambahkan, dari 40 orang yang kita amankan itu pada umumnya usianya anak di bawah umur (remaja)." Dari 40 orang itu sebanyak 13 orang kita proses sesuai hukum yang berlaku karena membawa senjata tajam (sajam). Sementara sisanya lagi kita kembalikan ke orang tua masing-masing dengan membuat surat perjanjian tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama," terangnya. (*)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru